Kamis, 08 Maret 2012

Mempersiapkan Pemimpin yang Unggul


MENYIAPKAN PEMIMPIN YANG
MEMILIKI JIWA “ENTERPRENEURSHIP”



Kondisi Indonesia saat ini :


Indonesia alam nya sangat kaya : Kelapa sawit (1), Gas alam (8), Timah (5), Nikel (5), Karet (3) Batu bara (7). Namun Indonesia juga adalah negara yang termasuk terkorup dan termiskin (5 besar) didunia.
Tragisnya lagi angka pengangguran : 39,622 pegawai negeri antri dan berebut untuk melamar 950 lowongan saja yg tersedia. Menurut data, ada 189,000 sarjana mengenggur (2006) dan menjadi 409,000 (2007) dan angka itu meningkat terus setiap tahun.

Kesimpulan : Pengaruh 350 thn dijajah oleh Belanda dan Jepang membuat bangsa kita masih bermental pecundang, malas, disuruh baru bertindak, tidak kreatif, pasif, pesimis, minder, takut mengambil resiko dll.

Ir. Ciputra : dalam 5 tahun telah membangun 12 sekolah dan 3 Universitas (memiliki visi enterpreneurship sejak dulu). Saat ini Indonesia baru memiliki 400,000 enterpreneurs (0,18%) seharusnya 4.4 juta (1,8 %).

Syarat untuk Negara maju harus memiliki minimum 2% enterpreneurs.
Contoh: Jepang (5%),Singapore (7%) padahal mereka sangat minim sumber alam nya, juga USA, Europe dll. Entrepreneurship dapat diterapkan dalam Government, Academic, Bisnis and Social (termasuk dalam kepemimpinan dan pelayanan di gereja)

3 Ciri yg membedakan apakah Anda seorang Entrepreneurs atau bukan ?


Orang yang berjiwa Enterpreneurship adalah orang-orang yang :

1. Seek Opportunity : Selalu mencari kesempatan, bahkan menciptakan kesempatan, bukan menunggu kesempatan. Mereka tidak tergantung kepada hasil pengumuman lamaran kerja, justru mereka mencari pekerjaan lain (apa saja asalkan halal) bahkan mereka menciptakan pekerjaan dan akhirnya bisa menggaji orang lain juga. Sebaliknya orang yang tidak berjiwa entrepreneurship, jika ia memiliki ijzah sarjana, maka ia akan menunggu terus jawaban perusahaan akan lamarannya. Jika belum dijawab 10 tahun, maka ia akan menganggur terus selama 10 tahun.

2. Inovator : kreatif dan inovatif, selalu punya 1001 macam ide, solusi, Roh Kudus adalah partner kita yang kreatif, jadi seharusnya pemimpin yang unggul dan diurapi oleh Tuhan tidak akan kekurangan ide sebab ada Roh Kudus yang membimbing. Ingat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego dikatakan sepuluh kali lebih pintar dari semua orang berilmu di kerajaan (Daniel 1 : 20). Ada pepatah mengatakan “Orang berjiwa entrepreneur berani berbeda, bersiaplah untuk diejek oleh teman-teman anda karena suatu saat mereka akan mengerti dan menyesali perbuatan mereka”. Rasul Paulus juga adalah seorang hamba Tuhan yang berjiwa entrepreneurs, ia berperan tidak hanya sebagai seseorang yang memenangkan jiwa, menanam (membuka) banyak gereja di berbagai pulau dan kota serta menolong mereka bertumbuh menjadi dewasa dimana itu semuanya membutuhkan dana yang besar. Namun disisi lain ia juga tidak mau menjadi beban bagi jemaat dalam hal keuangan, sebab ia berusaha untuk memenuhi kebutuhannnya sendiri dengan menjadi seorang pembuat kemah/ tenda. Itu sebabnya saat ini dikenal jabatan digereja sebagai Pendeta Profesional (Pdp) atau “tent maker” seperti Rasul Paulus (Kisah Rasul 18 : 3).

3. Courage to take risk : berani mengambil resiko (ada resiko yang diperhitungkan atau “calculated risk”, prinsipnya adalah kegagalan bukanlah akhir dari segala-galanya). Justru orang yang takut melangkah dan tidak berbuat apa-apa akan miskin pengalaman dan akan tertinggal.

Hal-hal lainnya tentang seorang enterpreneur :

1. Seorang yang mandiri (tetapi bukan orang yang suka kerja sendiri) -- “Enterpreneurs are their own bosses – they make their own decision”
2. Senang menawarkan diri untuk terlibat (person in charge) dalam pekerjaan/ proyek
3. Bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
4. Pentingnya advertising dan promosi demi mencapai banyak customer
5. Sebelum launching produksi – “survey market” dan “analisa competitors”

6. Menciptakan pekerjaan – bukan mencari (menunggu) pekerjaan, kerja keras, pemikir
keras (tetapi tidak stress).
7. Seorang yang bergairah (punya semangat)
8. Komunikator yang baik dan aktif bahkan proaktif.
9. Berani menjual sesuatu untuk mendapatkan sesuatu (tidak hanya meminta/ berharap
sesuatu)
10. Tidak sekedar mencari inovasi, tetapi selalu memberi nilai tambah (“added value”)
Seorang pengusaha, pastors, leaders tidak akan dapat menjadi entrepreneurs bila mereka :
- Tidak mau berubah, suka bertahan di zona aman terus
- Tidak mau belajar
- Pemalas, lamban dan harus selalu disuruh, reaktif (kejadian dulu baru bertindak - lawan dari proaktif).
- Tidak punya gairah (lawan antusias - Enthusiasm artinya Roh Tuhan ada/ bekerja didalam).
- Pesimis, berfikir negatif, takut ambil resiko alias “play safe”.


BAHAN UNTUK DISKUSI :

1.Kunci untuk mengalami kemajuan adalah : mau berubah. Dengan kata lain jika kita tidak mau berubah, jangan harapkan kita akan maju. Camkanlah itu : “syarat untuk maju adalah mau berubah! Jawablah dengan jujur apakah Anda mau dan siap untuk berubah? ________________
Hal-hal apa saja dalam diri Anda yang perlu Anda ubah agar Anda menjadi seorang pemimpin yang berjiwa Enterpreneurship? __________________________________________________

2.Amati lingkungan pelayanan di gereja Anda atau lingkaran pengaruh di daerah atau kota Anda. Coba tuliskan beberapa hal yang menurut Anda bisa menjadi peluang besar untuk kemajuan : misal agar jemaat mendapatkan peluang bekerja mandiri, menciptakan peluang bisnis usaha, mencari peluang agar sekolah/ training pendidikan Theologia di kota Anda dsb (mulailah berfikir diluar kotak kebiasaan Anda atau “outbox thinking”) __________________________ Dari daftar-daftar diatas (sebutkanlah 3 - 5 item) yang merupakan peluang yang Anda mau kerjakan _____________________________Sekarang pikirkan kemungkinan buruk atau resiko apa kira-kira yang Anda akan hadapi?_____________________________________________

3.Setelah Anda oratulis kemungkinan resikonya dan Anda urut dari yang paling kecil sampai yang paling besar resikonya, maka mulailah berdoa untuk peluang-peluang itu dan beranilah untuk melangkah.Tentukan : Apa yang Anda akan lakukan, kapan mulai, siapa yang akan menjadi Person in Charge (PIC) nya? Anda akan lihat, begitu Anda dan tim mulai bergerak dengan tetap mengandalkan Tuhan dalam doa dan hikmat maka satu persatu pintu akan terbuka dan Anda akan melangkah maju selangkah demi selangkah sampai impian itu menjadi kenyataan ________________________________________________________________

4. Bagaimana pendapat Anda, apakah diperbolehkan seorang gembala atau pemimpin gereja memiliki usaha bisnis atau ikut dalam dunia politik sambil dia tetap melayani dan menggembalakan jemaat ? Jelaskan alasan-alasan Anda ______________________________



“Orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide itu berhasil” - Mark Twain

“Kalau Anda berani tampil beda, berarti anda berjiwa entrepreneur” – Anonim


  1. JADILAH PEMIMPIN YANG MEMILIKI        
   SIFAT-SIFAT RAJAWALI, BUKAN AYAM !

Berbeda dengan ayam yang tidak bisa terbang tinggi, akan bersembunyi jika datang hujan, bergonta-ganti pasangan dan makanannya adalah sisa-sisa makanan atau cacing tanah, maka rajawali (sama-sama jenis unggas juga) sangat berbeda. Dibandingkan dengan ayam, maka rajawali memiliki banyak keunggulan. Sebagai pemimpin yang unggul, mari kita buang karakteristik ayam, sebaliknya mari milikilah dan praktekkanlah karakteristik rajawali. Apakah itu? Inilah karakteristik rajawali :     
1.Tempatnya diketinggian.
 Tempat rajawali bukanlah diatas atap atau di halaman rumah, namun dia berada dilereng tebing, dipegunungan, diatas samudera, ditempat ketinggian dan dibalik awan (Keluaran 19 : 4, Amsal 23 : 5). Pemimpin yang unggul menikmati hadirat Tuhan, yaitu ditempat ketinggian.  Itulah sumber kekuatannya dalam pelayanan, pekerjaan, keluarga, studi, bisnis dan seluruh bidang kehidupannya. Banyak orang yang sibuk dan tertekan dalam masalah sehingga mereka tidak dapat terbang tinggi, karena tempatnya dibawah, berputar-putar dalam masalah.
2.Menyukai makanan yang segar (Firman Tuhan “Rhema”).
Rajawali tidak menikmati makanan yang mati (bangkai), dia suka mencari mangsa yang hidup untuk makanannya misal ikan, ayam, burung lainnya dll.  Berbeda dengan burung gagak, burung pemakan bangkai suka makan apa yang mati. Jangan beri makanan sampah buat jiwa kita (gossip, fitnah, kata-kata negatif dll), sebaliknya carilah Firman “rhema’ yang menyegarkan setiap hari. Berkat, Firman dan kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi (Ratapan 3 : 22-23).
Yesaya 40 : 31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.
Dua karakteristik diatas (menyukai tempat yang tinggi dan menyukai makanan yang segar) adalah “kunci” untuk memastikan Anda kuat dan menjadi pemenang. Itulah “keintiman” dgn Tuhan lewat Doa, Pujian, Penyembahan dan Firman Tuhan yaitu  tempatnya diketinggian serta menikmati makanan yang segar.
3.Terbang sesama jenis.
Rajawali terbang dengan rajawali  lainnya, bukan dengan burung pipit atau ayam, atau jenis burung kecil lain, karena tidak ada jenis  burung lain yang  bisa terbang  tinggi dan cepat kecuali rajawali. Sebagai pemimpin kita seharusnya mempengaruhi orang-orang lain dalam hal-hal yang positif. Pilihlah sahabat-sahabat atau partner yang membangkitkan iman, semangat,  membangun visi Anda (bukan mematikan), bacalah buku-buku yang memberikan inspirasi dan memberi nilai tambah buat Anda, mendekatkan diri pada Tuhan. Sebaliknya jangan terlalu dekat bergaul dengan orang-orang yang suka mengkritik, pesimis, selalu mengecilkan Anda, mematikan Visi Anda, menjerat Anda dalam dosa dsb.
1 Korintus 15 : 33 “Pergaulan buruk merusak kebiasaan yang baik”
4.Fokus pada visinya.
Rajawali  mempunyai penglihatan yang sangat tajam; bisa terfokus kepada satu benda dari  jarak kejauhan 5  km. Apabila terlihat olehnya mangsa  dari jarak jauh, rajawali memfokuskan perhatiannya dan terbang dengan cepat menuju  lokasi tersebut untuk menangkap mangsanya. Filipi 3 : 12-14. Pemimpin yang unggul selalu fokus kedepan kepada rencana Allah, kepada Visinya (Yeremia 29 : 11), bukan fokus kepada masa lalu.  -- “There is no future in the past” – di masa yang silam tidak ada masa depan, jangn hidup dimasa yang lalu.
Negara Jepang 1945 hancur oleh serangan tentara sekutu dan kena bom di Hirosima dan Nagasaki. Mereka terpaksa memulai semuanya dari nol. Namun dalam kurun waktu hanya 4 dasawarsa, Jepang telah menjadi negara unggulan melebihi banyak negara lainnya. Apa rahasianya? Karena mereka menetapkan visi atau goal yang jelas untuk setiap 10 tahun kedepannya. Amatilah Goal dibawah ini dan bagaimana itu tercapai semua :
1950 à  Visi 10 tahun kedepan menjadi negara nomor 1 penghasil textil di dunia – tercapai!
1960 à Visi 10 tahun kedepan menjadi negara no 1 memproduksi  baja (impor dari Eropah dan diolah  menjadi baja ringan - 1970 – tercapai !
1970 à Visi 10 tahun kedepan menjadi negara no 1 penghasil  mobil didunia  - 1980 tercapai!
1990 à Visi 10 tahun kedepan produsen elektronik dan negara industri no 1 didunia – tercapai !
5.Terbang ditengah topan dan badai
Rajawali suka topan, apabila awan bergabung topan, rajawali bergairah ia langsung naik keatas awan, terbang melayang dan mengistirahatkan sayap nya (beda dengan ayam ketika ada hujan langsung sembunyi). Anak rajawali juga dilatih untuk bisa terbang ditengah topan dan badai dengan cara yang unik yaitu sarangnya di bongkar induknya agar mereka “dipaksa” terjun keluar dan melatih sayap kecilnya menjadi kuat (Bilangan 32 : 11). Demikian juga pemimpin unggul harus dilatih Tuhan seperti anak rajawali. “Pemimpin  rajawali” menghadapi, menyelesaikan dan terbang diatas masalah. “Pemimpin ayam” menghindar dari masalah, itu sebabnya tidak pernah menjadi ahli dalam menyelesaikan masalah, bahkan akhirnya tenggelam dan tertekan oleh masalah. Pemimpin rajawali akan berperan sebagai “problem solver” namun cukup sering terjadi pemimpin ayam lama kelamaan akan menjadi “problem maker”.
6.Setia dan punya komitmen.
Rajawali setia pada partner, tidak gonta ganti pasangan seperti ayam. Pada saat rajawali betina akan bertelur, rajawali jantan yang mempersiapkan sarangnya.  Kemudian rajawali betina mengajarkan anak-anaknya terbang, dijatuhkan ke luar, kemudian ditampung oleh induk jantan dan dibawa kembali ke sarangnya, demikian dilakukan berulang-ulang
7.Berdiam diri pada masa rontok bulu.
Rajawali  yang semakin dewasa (tua) akan rontok bulunya, paruhnya akan tumpul, kukunya juga demikian, dan mengalami pergantian (rontok) bulu. Pada masa tersebut sekitar 4 bulan lamanya rajawali tersebut akan berdiam diri di balik lereng, sampai akhirnya bulunya diperbaharui, paruh dan kukunya tajam kembali. Demikian juga pemimpin yang dipilih Tuhan, ada saat nya berdiam diri, baca Yesaya 30 : 15 dan Yohanes 15 : 3-8. Pokok anggur yang berbuah harus dibersihkan  -- dan memang terasa sakit – tujuannnya   agar semakin menghasilkan lebih banyak buah. Salah satu cara Tuhan adalah Amsal 27 : 17 “Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya”. Pemimpin yang akan naik kelas akan mengalami masa-masa krisis yang berat seperti rajawali yang rontok bulu, oleh karena itu perlu berdiam diri mencari kekuatan baru dari Tuhan. Hasilnya bisa dua kemungkinan pada masa sulit ini : “Better” (lebih baik) or Bitter (kepahitan)?  Pilihan ada pada Anda!
UNTUK  BAHAN  DISKUSI :
1.Dari ke-7 karakteristik rajawali diatas, karakteristik-karakteristik yang mana saja yang sudah Anda miliki saat ini dan karakteristik mana yang belum ? (dibutuhkan kejujuran dan kerendahan hati untuk mendiskusikannya) ____________________________________________________
2.Secara manusiawi, semua orang tidak suka menghadapai masalah dan problem (topan dan badai). Apa maksudnya bahwa pemimpin yang unggul itu seperti rajawali yang “suka terbang tinggi melewati topan dan badai?”__________________________________________________
3.Ketika rajawali mengalami ‘rontok bulu’ selama beberapa bulan ia hanya banyak berdiam diri di balik batu karang sampai akhirnya bulu-bulu, kuku-kuku dan paruhnya jadi normal kembali. Apa hubungannya karakteristik itu dengan pemimpin unggul yang mengalami ‘rontok bulu’ tersebut ? Mengapa Tuhan ijinkan pemimpin mengalami ‘rontok bulu’ ? ___________________
4. “Setia pada pasangan” adalah salah satu karakteristik rajawali. Dalam hal apa saja seorang pemimpin unggul harus menunjukkan kesetiaan dan komitmentnya? ______________________
                      Burung rajawali adalah ‘King of the air  and King of the birds’                                                     
           Seorang pemimpin rajawali merupakan ‘Born Winner bukan Born Loser”

  
2. BERTUMBUH TERUS UNTUK
 MENCAPAI POTENSI  MAKSIMUM


Tuhan rindu agar kita semua (tanpa terkecuali) “berbuah banyak “ dalam  hidup ini.     
 Yohanes 15 : 8 dan 16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”.
Apa itu Potensi Maksimum?  Menurut survey : rata-rata setiap orang baru menggunakan 10-20 % dari potensi max nya, artinya masih banyak 80-90% dari kapasitas atau kemampuannya yang masih tersimpan dan belum digunakan -- mengapa? Karena belum dikembangkan. Mengapa belum dikembangkan? Karena malas, takut gagal, merasa puas, tidak ada yang beritahu dsb.
Ada kalanya untuk memicu seseorang agar bergerak dan maju mereka harus dipancing dulu dengan sesuatu yang sifatnya dari luar dirinya. Namun motivasi dari luar tersebut tidak akan bertahan lama. Bagaimana agar kita memiliki motivasi dari dalam diri kita utk mencapai potensi maksimum?  Yaitu dengan meningkatkan faktor-faktor pendukung dan menghilangkan faktor-faktor-faktor penghambat. Mari kita amati satu-persatu.
Ada 7  faktor pendukung untuk mencapai potensi maksimum Anda :
  • Sadari bahwa Anda unik dan special diciptakan oleh Tuhan, bukan hasil obralan atau kodian (contoh : jam Rolex dibuat special bukan dengan mesin sehingga mahal harganya). Mazmur 139 : 13-14
  • Ingatlah Anda adalah rajawali bukan ayam. Rajawali memiliki sifat-sifat yang luar biasa, diantaranya adalah mata yang tajam dan melihat jauh kedepan. Anda harus memiliki dan mengembangkan Visi (impian) kedepan, ini akan memacu Anda semakin maju.
  • Kenali DNA (Deoxyribonucleic acid) dalam diri Anda  dan juga DNA organisasi Anda.
  • Sadari bahwa dalam diri anda ada potensi besar. Mutiara Emas itu ada didalam diri Anda bukan diluar, karena itu gali, keluarkan! Contoh : Patung David karya Michaelangelo. Alkisah ketika pemahat lain ditawarkan Raja untuk membuat sesuatu  dengan batu marmar yang sangat keras mereka semua menolak dengan berbagai alasan. Namun Michaelangelo menerima  tawaran tersebut dan mengukir patung David bertahun-tahun. Dan ketika wartawan mewawancarainya karena melihat hasil karyanya yang luar biasa itu, ia berkata : “Sebenarnya sosok patung David sudah ada jauh sebelumnya dalam batu marmar itu, saya hanya  membersihkan dan membuang bagian-bagian yang tidak perlu”. Michaelangelo si pemahat yang tidak mudah menyerah atau putus asa menghasilkan karya terbaiknya yaitu memunculkan potensi sosok David dari batu marmar.
  • Memililiki kerelaan untuk dibersihkan (sifat-sifat lama yang buruk dibuang, mau berubah) – agar carang semakin berbuah (Yohanes 15 : 1-8)
  • Milikilah Sikap Positif : Problem adalah kesempatan,  jangan melarikan diri tetapi hadapi dan tangani problem dengan sikap optimis.
  • Jangan takut gagal – justru orang-orang yang sukses lebih banyak mengalami kegagalan sebab mereka lebih banyak mencoba. Contoh Thomas Alfa Edison. “A Winner Never Quit and A Quitter Never Win!”
Sebaliknya ada 5  Faktor Penghambat dalam mencapai potensi maksimum Anda :
  • Tidak mau keluar dari area nyaman (“Comfort Zone”). Ingatlah jika Anda ingin maju namun selalu tetap tinggal dalam area kenyamanan, maka itu tidak akan sejalan. Tidak mau menderita.
  • Malas (Makan kuat – Alasan banyak – Lambat bergerak  – Acuh sekitar kita –  Santai terus). Orang yang malas bekerja, malas berfikir, malas membaca, malas berdoa dsb tidak akan mencapai potensi maksimum nya sampai kapanpun.
  • Merasa puas dengan kondisi saat ini.  Jika pemimpin tidak mau mengembangkan dirinya, maka berhentilah pertumbuhan dan kualitas kepemimpinannnya.
  • Mudah menyerah, gampang putus asa.
  • Sikap negatif,  sering berfikir bahwa problem adalah bencana, oleh karena itu mereka menjauhi dan menghindari problem  (sebaliknya orang optimis menghadapi dan menangani problem sebab bagi mereka justru problem adalah suatu kesempatan).
Sikap Pemimpin yang benar ketika menghadapi Problem  :
  • Sebelum terjadi problem -- antisipasi problem (proaktif)
  • Ketika problem terjadi -- sikap positif menghadapi problem : “Wellcome Problem!”
  • Bagaimana menyelesaikan -- andalkan Tuhan, atasi problem degan semua sumber daya yang ada.
  • Pembelajaran kedepan  -- semakin ahli menyelesaikan problem, tdk jatuh dlm problem yg sama  (Thomas Alpha Edison, mencoba dan gagal 10,000 kali namun sukses ribuan kali).
UNTUK BAHAN  DISKUSI :
1.Lihat kembali ke-7 faktor pendukung untuk mencapai potensi maksimum Anda. Item-item mana yang Anda mau fokuskan dan kembangkan agar potensi Anda semakin besar?__________
2. Coba amati ke- 5 faktor penghambat untuk mengembangkan potensi maksimum. Item-item mana saja yang Anda ingin buang dari kehidupan Anda (dimana saat ini hal-hal tersebut merupakan penghalang)? Jika mau maju berarti Anda harus mau berubah __________________
3. Menurut Anda apa contoh faktor luar yang dapat digunakan untuk memotivasi seseorang bergerak maju dan untuk mengembangkan potensi maksimumnya? _____________________
4. Diskusikanlah, dalam mencapai potensi maksimum seseorang, ada talenta yang memang sudah Tuhan sediakan dalam diri nya (mungkin sejak lahir) namun ada bagian-bagian yang harus diusahakan dan dikembangkan dengan usaha dan kerja keras,  sebutkanlah bagian-bagian tersebut ______________________________________________________
“7 (tujuh) langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal”                                                                      Langkah 1 : adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Langkah 2 :  mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.                                             Langkah 3 :  adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.                                   Langkah 4 :  adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi…                                                   Langkah 5 : adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk                             Langkah 6 : adalah memberi dengan sukacita                                                                              Langkah 7 : adalah memilih untuk berbahagia hari ini.                                                                             Joel Osten

“Orang sukses dan tidak sukses tidak terlalu berbeda dari kemampuannya. Mereka berbeda dari keinginan mereka untuk mencapai potensi mereka”   
John C. Maxwell
    











Artikel diatas ini ada ditulis dalam buku : “Preparing Excellent Leaders” karangan Herdy N. Hutabarat yang dijual di toko buku Gramedia dengan harga Rp 38,500.

26 comments:

Herdy Hutabarat mengatakan...

Ingin membangkitkan pemimpin dari Gereja Lokal Anda? Ingin mengembangkan kepemimpinan Anda lebih lagi? Ingin membangun pemimpin yang memiliki karakter, visi dan juga terampil? Buku ini adalah jawabannya...

Baladil Ilham Maiga (Maiga corp) mengatakan...

Di lihat dari artikelnya, buku ini sangat menarik om herdy :)

Renold Preneur mengatakan...

Buku ini tidak pandang bulu, memiliki kekuatan berdasarkan pengalaman penulis. Siap membius siapa saja yg membacanya, saya rasa SBY jg tidak jadi masalah untuk membacanya.

Anonim mengatakan...

Buku yang praktis dan bermanfaat untuk pengembangan diri.. mantap...

Anonim mengatakan...

Buku yang sangat bermanfaat untuk mendorong calon-calon pemimpin agar mengembangkan talenta serta potensinya sehingga lebih maximum. Mudah untuk dipraktekkan dan dapat diajarkan kepada calon-calon pemimpin dalam organisasi/ gereja. Terima kasih atas terbitnya buku ini. salam

ICAH BANJARMASIN mengatakan...

Semoga Indonesia kelak dapat seorang pemimpin yang seperti KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB...amienn

Lasma JM mengatakan...

Setelah saya membaca buku ini, penguasaan diri atas diri saya semakin bertambah, saya menyadari dengan dasar kemampuan unuk memimpin diri saya sendiri maka saya akan dapat memahami saudara-saudara yang saya pimpin saat ini dan yang akan datang.

Pdp. Tutur Bagariang mengatakan...

Buku ini sangat mudah dipahami dan saya jadikan bahan kotbah saat pertemuan dengan pemimpin-pemimpin(Aktivis)Departemen di Gereja Saya.

masni renova mengatakan...

Simpel, mudah dimengerti dan sangat menguatkan..begitulah menurut saya atas buku ini..
Salut atas penerbitan buku ini..
Ditunggu buku berikut nya ya pastor...
JBU

Betseda, Guru SMP Kanaan. mengatakan...

Setelah membaca buku ini, saya termotivasi untuk lebih menggali kemampuan saya. Saya juga menyadari bahwa selama ini banyak kesempatan dan peluang yang saya sia-siakan disebabkan kurangnya kepercayaan diri. Menurut saya buku ini adalah salah satu buku motivasi terbaik yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri yang dilandasi oleh keimanan kepada Tuhan.

Yenny Hartaty Rajagukguk mengatakan...

buku ne sangat memotivasi dan membangun tuk membangkitkan rasa percaya diri tuk menjadi pemimpin yang handal yang takut kepada Tuhan ...

osman fredy mengatakan...

Buku yang sangat inspriratif...membuat saya semakin yakin BAHWA SAYA MEmang seorang pemimpin yang sudah dipersiapkan TUHAN,,,


Terimakasih kepada Pastor yang sudah menjadi Motivator yang RUARRRBIASA kepada saya dan yang lainnya.......

Anonim mengatakan...

From : Ibu Juli tampubolon ( Yayasan KANAAN )

Terimaksih kepada bapak yang sudah membangkitkan semangat saya yang sudah membaca buku Bpk.

Semoga semakin sukses dan banyak orang yang membaca buku ini di seluruh Indonesia.....

sofia Theresia mengatakan...

Buku yang sangat BAGUS..memotivasi pembacanya untuk menjadi pemimpin yang unggul.

di tunggu buku berikut nya ya pastor, GB !

Donna Guru KANAAN mengatakan...

Luarbiasa pastor buku nya......

Lanjutkan !!!!!

Ellen Saragih guru KANAAN mengatakan...

Sangat memotivasi sekali buku ini buat saya , Pastor ....

osman fredy mengatakan...

iNGIN RASANYA menjadi penulis yang Luarbiasa seperti pastor..........

christy juliana mengatakan...

christy juliana,guru smps kanaan
amazing book pastor coz give me n teachers in kanaan many inspirations to be de excelent teacher/leader...

deasy mariani guru kanaan mengatakan...

Luar biasa buku ini Pastor.Buku ini sangat menginspirasi saya untuk "selalu semangat dalam menjalani tugas dan tanggung jawab yang merupakan modal awal untuk mempersiapkan diri saya menjadi seorang guru/ pemimipin yang luuuuar biasaaa... "Pastor. thanks for the amazing book... saya tunggu buku yang ketiga...Pastor.

rida lesmawati mengatakan...

rida lesmawati pardosi


buku pastor mantaaaappp dan luar biasa

buat saya semakin termotivasi

herdyhb@yahoo.com mengatakan...

Terima kasih atas komentar bapak ibu, semoga buku ini menjadi berkat bagi banyak pemimpin di Indonesia bahkan bangsa-bangsa lain. Buku saya yang ketiga "You are the Winner" sudah terbit, dan ada dijual di toko buku Gramedia .... Salam....

Herdy Hutabarat mengatakan...

Thanks bu Tampu tetap semangat mengajar murid murid ya.

Herdy Hutabarat mengatakan...

Thanks bu Sofia.

Herdy Hutabarat mengatakan...

Buku saya yg ke tiga, empat, lima dan enam sdh terbit bu. Baca ya....

Herdy Hutabarat mengatakan...

Buku saya yg ke tiga, empat, lima dan enam sdh terbit bu. Baca ya....

Herdy Hutabarat mengatakan...

Buku saya yg ke tiga, empat, lima dan enam sdh terbit bu. Baca ya....

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan / komentar
Pilih name/url, isi dengan nama anda. url boleh juga di kosongkan.

 
;