Kamis, 04 Agustus 2011

PERLUASLAH VISI ANDA

PERLUASLAH  VISI  ANDA
Oleh : Pdt. Ir. Herdy N. Hutabarat MA

Visi yang berkembang itu menunjukkan pertumbuhan kita. Bergaullah dengan orang-orang yang positif maka Visi Anda akan semakin besar, sebaliknya menjauhlah dari orang-orang  yang negatif sebab mereka pelan-pelan akan dapat membunuh Visi Anda.
(Herdy Hutabarat)
Dalam kebun binatang terlihat beberapa ekor gajah yang dewasa yang bobotnya sampai 7-8 ton tidak dapat lari menjauh padahal kakinya hanya diikat dengan rantai yang sangat kecil seperti rantai untuk ukuran mengikat anjing. Mengapa dan apa rahasianya?
Sewaktu kecil, anak gajah tersebut diikat kakinya dengan rantai yang kecil agar dia tidak melarikan diri. Dan memang benar, sekalipun ia mencoba dengan sekuat tenaga, berhari-hari, ratusan bahkan  ribuan kali ia tidak dapat lepas sebab tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan dirinya sebab memang ia masih sangat kecil pada waktu itu.
Maka sejak kecil sudah tersimpan dalam pikirannya :”Biar  bagaimanapun juga aku berusaha, jika kakiku diikat maka aku pasti tidak akan bisa lepas”. Jadi walaupun gajah tersebut semakin besar tubuhnya dan semakin kuat tenaganya namun ia sudah memiliki keyakinan bahwa karena kakinya terikat (walaupun hanya dengan rantai yang sangat kecil) ia tidak akan dapat lepas. “Dari sono nya sudah demikian” demikian paradigma sang gajah.
Bukankah manusia banyak juga yang demikian? Mengapa tidak memiliki suatu cita-cita atau impian yang lebih besar? Mengapa tidak ingin keluar dari kemiskinan? Mengapa tidak merindukan terobosan-terobosan sehingga menghasilkan sejarah baru dalam hidupnya? Karena dalam benak nya sudah tersimpan keyakinan : “Dari sononya sudah begitu, mau apa lagi? Ya sudah suratan tangan. Kakek dan ayah saya juga demikian sejak dulunya”
Allah bekerja sesuai dengan iman Anda.  Allah bekerja sesuai dengan visi dan pengharapan Anda. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengalami hidup yang meningkat hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun, maka Anda perlu meningkatkan impian dan harapan Anda. Jangan puas hanya dengan visi masa lalu, bahkan dengan visi saat ini. Anda harus perluas visi Anda. Itulah sikap seorang pemenang, ia tidak mau puas dengan apa yang sudah ada saat ini namun ia ingin memimpikan hal-hal baru yang lebih besar lagi.
Dalam Matius 9 : 29 Yesus berkata : Jadilah seperti imanmu“ artinya jadilah seperti harapan dan visi Anda. Jika visi dan harapan kita kecil maka kita akan mendapatkan yang kecil dari Tuhan. Jika visi dan harapan kita besar maka kita akan memperoleh yang besar dari Tuhan. Jika Anda semakin memperluas visi Anda sebesar-besarnya (tanpa batas) maka Andapun akan memperoleh berkat dan hal-hal yang jauh lebih besar dan tanpa batas dari Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Maha besar dan tanpa batas, yang membuat Dia terbatas hanyalah pikiran Anda.
Misal Anda adalah seorang pedagang yang bertugas untuk memasarkan hasil produk tertentu pelanggan Anda. Ada kalanya timbul dalam pikiran kita suara demikian : “Hari ini kan bulan tua, lalu lintas juga lagi macet, daya beli masyarakat sekarang ini semakin lemah, berita  koran kemarin mengatakan bisnis saat ini sedang lesu, mana mungkin ada yang beli produk yang Anda jual hari ini. Lebih baik kamu pulang saja dan istirahat kerumah – santai saja”
Jangan dengar suara negatif seperti itu. Sebab jika Anda mengikuti dan percaya suara-suara seperti itu maka lama-kelamaan Anda akan terobsesi olehnya. Lama-kelamaan Anda akan menjadi pribadi yang pesimis dan semakin hari visi Anda pun semakin kecil. Anda harus melawannya. Ketika Anda bangun pagi, adakanlah saat teduh bersama Firman Allah, masuk menyembah Dia dalam hadirat Nya, dan mulai mengatakan hal-hal yang besar dan membangun iman Anda seperti : “Aku percaya hari ini adalah hari istimewa yang dijadikan Allah untuk ku. Orang-orang akan membeli daganganku. Keberuntungan Allah ada dipihakku hari ini. Aku percaya Tuhan sanggup menuntun aku ketemu dengan orang-orang yang tepat, diwaktu yang tepat dan ditempat yang tepat”
Ketika Anda mulai mengatakan hal-hal tersebut, maka harapan dan iman serta visi Anda akan berkembang dan Anda akan mengalami hal-hal yang luar biasa sepanjang hari itu. Prinsipnya adalah “apa yang Anda yakini untuk diperoleh maka Andapun akan mendapatkannya”
Apakah yang Anda harapkan dan impikan dalam hidup ini? Apakah Anda mengharapkan hal-hal yang baik, yang luar biasa, yang indah? Maka mulailah mengatakannya. Sebaliknya banyak orang yang memulai hari nya dengan mengeluh misal :”Oh Tuhan mengapa Engkau biarkan aku dalam kesusahan yang tidak habis-habisnya. Mengapa aku terus miskin? Mengapa aku terus gagal dalam berkeluarga? Mengapa anak-anakku susah diatur? Oh, berat sekali hidup ini ya Tuhan”. Itu berarti Anda mengecilkan visi Anda dengan menggunakan pandangan yang negatif. Anda mulai fokus pada masalah, bukan pada kebesaran Tuhan. Maka tidak heran jika Anda terus menerima hal yang sama bertahun-tahun yaitu : kegagalan, kesusahan, kemelaratan, persoalan, penyakit dan ketidak adilan dalam hidup.
Bagaimana caranya memperluas visi Anda?
1.Jangan batasi Allah, kuasa Nya, mujizat Nya. Tatkala Tuhan sudah memberikan suatu visi yang besar dalam pikiran dan hati Anda, maka Anda pun harus berani melangkah. Harapkanlah selalu  yang terbaik dari Tuhan dan miliki keyakinan untuk maju. Pikirkanlah tentang hak-hal diatas, hal-hal yang besar dan luar biasa tentang Allah, bukan hal-hal yang sangat terbatas yang ada dibumi. (Kolose 3 :2). Jika pikiran kita mengikuti system dunia maka sesuatu itu haruslah yang masuk akal. Yang ada adalah perubahan dari sesuatu (yang sudah ada) menjadi sesuatu yang lain (yang sudah ada juga). Namun hukum kerajaan Allah adalah hukum penciptaan dan seringkali tidak masuk akal. Artinya Tuhan dapat menciptakan sesuatu yang besar dari yang kecil, atau sesuatu yang ada dari yang tidak ada. Mengapa? Karena Allah kita adalah Allah yang besar, Allah yang Maha Kuasa dan yang tidak terbatas! Yang membatasi visi Anda adalah pikiran dan iman Anda sendiri bukan kemampuan, fasilitas atau sumber yang ada ditangan Anda saat ini. Tuhan Yesus dapat memberi makan 15,000 (dewasa dan anak-anak) dengan bermodalkan hanya 5 roti dan 2 ikan. Dengan kata lain Yesus memberkati ribuan orang dengan memberikan mereka makanan senilai Rp 15 juta rupiah hanya dengan modal senilai Rp 70 ribu saja.
2. Bergaullah dengan orang-orang yang sukses
Salah satu cara yang lain adalah bergaullah dengan orang-orang yang memiliki visi yang besar. Amsal 13 : 20 “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”. Siapa yang bergaul dengan orang yang optimis, punya semangat juang. Anda lama-lama akan meniru gaya hidup orang-orang yang sukses tersebut. Sebaiknya Anda perlu menjauh dari orang-orang yang suka membunuh visi Anda yaitu orang-orang yang  selalu berfikiran pesimis dan negatif.
Mengapa Daud yang kecil dapat mengalahkan Goliat yang besar?  Sebab ia memandang Allah yang besar. Ia bergaul dengan Tuhan dalam hadirat Nya setiap hari. Ia tidak terganggu oleh nasihat abang-abangnya yang menghina dia ketika ia masuk ke medan pertempuran. Ia tidak mau mendengar nasihat Saul yang mengatakan bahwa ia tidak akan bisa mengalahkan Goliat. Ia tidak mau mendengarkan nasihat mereka walaupun mereka adalah orang-orang besar dan prajurit yang berpengalaman, sebab mereka itu jiwanya (visinya) kerdil.
Ada kata-kata bijak yang berkata demikian : “Bergaullah dengan rajawali, maka Anda akan terbang seperti rajawali walaupun ditengah badai (persoalan). Dan jangan bergaul dengan ayam, sebab ketika datang hujan (problem) Anda akan seperti ayam yang lari dan bersembunyi ketakutan”
3. Buanglah penghalang masa lalu Anda.
Patahkan belenggu atau paradigma lama Anda yang sudah tertanam dalam pikiran, budaya atau hati Anda. Anda harus memiliki mimpi serta visi yang lebih besar lagi supaya Anda mencapai potensi besar yang masih tersimpan dalam diri Anda. Kemenangan besar sudah disediakan Tuhan bagi Anda.  Jangan katakan “Sudah sepuluh tahun aku hanya bisa mencapai sedemikian, orang tuaku juga demikian, kakek ku juga demikian. Aku tidak sarjana mana mungkin aku bisa bersaing dengan mereka? Modal ku terbatas, mana bisa aku membuka usaha? Anak-anak ku dari dulu gagal terus kuliahnya, mana mungkin mereka bisa wisuda nanti? Mana mungkin aku mencapai yang lebih baik lagi dari itu? Sudah dari ‘sono’ nya begitu” Buanglah pikiran atau paradigma seperti itu. Jika Anda masih terus demikian, berarti tidak jauh beda dengan gajah yang terikat tadi (padahal jika ia sentakkan saja kaki nya yang sebesar pohon kelapa itu kuat-kuat maka rantai yang kecil itu pasti putus dan ia dapat lepas dan tidak terbelenggu lagi).
Manusia biasanya dibatasi oleh mitos (kepercayaan akan pengalaman lama). Contoh yang sangat terkenal adalah kasus “The Four-Minute Mile”. Ratusan tahun lamanya, ada satu mitos bahwa menempuh jarak lari satu mil dalam tempo empat menit adalah suatu hal yang dianggap tak mungkin dicapai manusia karena keterbatasan manusia, demikian menurut para ahli olahraga dan juga para dokter terkenal. Mitos tersebut bertahan selama   tahun. Namun apa yang terjadi? Pada tahun 1954 Roger Bannister dari Inggris berhasil memecahkan mitos itu. Ia berhasil memecahkan rekor menjadi 3 menit 59.4 detik. Setelah Roger berhasil, maka beberapa tahun kemudian ada 16 pelari lainnya berhasil menempuh jarak yang sama dalam tempo empat menit. Apakah hal ini terjadi karena adanya penemuan baru dalam evolusi manusia? Tidak. Yang berubah adalah pola pikir mereka. Bannister, yang ketika itu masih mahasiswa fakultas kedokteran di Inggris, menunjukkan pada dunia bahwa hal itu sesuatu yang mungkin. Contoh ini menggambarkan, kadang kala kita menganggap kendala suatu masalah berada di dunia luar, padahal kerap kendalanya justru mengendap di dalam pikiran kita sendiri.Pilihan ada pada Anda dan saya. Karena itu majulah, terbanglah lebih tinggi lagi bersama visi Anda yang lebih besar, sebab Allah kita Yesus Kristus adalah  Allah yang besar dan tidak terbatas. Anda adalah pemenang, jangan batasi Visi Anda oleh karena kondisi Anda saat ini atau karena mitos-mitos yang dipercayai oleh banyak orang.
LANGKAH-LANGKAH  TINDAKAN
1.      Jika Anda belum memiliki visi atau sasaran kedepan dalam hidup, mulailah memilikinya. Doakanlah, tuliskanlah Visi Anda dan ucapkanlah itu setiap hari maka itu akan mendorong Anda untuk bergerak maju mencapai visi Anda tersebut. Misal : “Aku mau buka toko tahun ini dengan omset Rp 2 juta per bulan”
       Atau “Aku ingin semua anggota keluarga besar ku yang saat ini bercerai berai dan             
      berantakan mengalami pemulihan semuanya”
       Apa visi atau sasaran Anda untuk  -2 tahun mendatang? Tuliskanlah sekarang (2-3       
      buah) ______________________________________________________________
2.      Jika Anda sudah mempunyai visi, milikilah visi yang lebih besar lagi. Agar visi Anda lebih besar lagi, dasarilah tujuannya untuk memberkati orang lain (jangan hanya untuk memberkati hidup Anda sendiri). Pikirkanlah untuk kemajuan lingkungan Anda, sekolah Anda, lingkungan orang-orang miskin disekitar Anda, lingkungan gereja Anda. Dengan demikian visi Anda akan lebih luas lagi bahkan bisa menjadi tidak terbatas.
Apa visi Anda kedepan yang nanti dapat membawa dampak untuk memberkati orang lain dan demi kemajuan orang lain? Contoh : “Aku mau membuka yayasan untuk rehabilitasi (korban narboka, orang gila dll) dikota saya tahun depan” atau : “Aku ingin membangun sekolah”. Tuliskanlah apa visi Anda sekarang juga 

4 comments:

Bennysiagian89@yahoo.com mengatakan...

Pastor Herdy dengan tepat dapat memberikan contoh serta kutipan dari kitab suci tentang bagaimana semua orang harus punya iman/visi. Dengan mengikuti langkah langkah sederhana yang di sebutkan dalam buku ini suatu saat kita akan bisa menjadi apa yang kita inginkan atau mendapatkan apa yang kita cita citakan. Dengan visi dan mentoring kita bukan hanya akan menjadi pemimpin tetapi orang yang dapat menciptakan pemimpin baru.

Benny Siagian, CEO PT. Petronesia Benimel

renold preneur sitompul mengatakan...

Visi itu mirip mengemudikan sebuah Mobil,jika tangki bensin anda penuh tetapi tidak punya Peta/Visi,mungkin anda akan berputar-putar dan tidak sampai ke tujuan.

jihad mengatakan...

it`s good.. motivasi yg baik utk semua kalangan..
trima kasih atas motivasi dan kerja samanya dengan semua masyarakat..
Laa ilaha Illallah!!!!

Anonim mengatakan...

Kalau disebut DIA atau NYA maka besar terbatas, maka jangan disebut DIA atau NYA, sebut saja TUHAN sebut saja SATU MENCAKUP SEMUA sebut UNIVERSE

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan / komentar
Pilih name/url, isi dengan nama anda. url boleh juga di kosongkan.

 
;