Senin, 25 Juli 2011

UNSHEAKABLE GENERATIONS

diambil dari buku Mentoring & Pemuridan 
oleh : Pdt Ir. Herdy N. Hutabarat MA

Ada satu kalimat bijak mengatakan “Jika Anda menginginkan kehidupan yang bahagia seumur hidup, maka bantulah generasi yang berikut”.  Mari kita simak untuk kasus berikut.
Ada dua contoh kasus :
  1. Seorang ayah yang sukses, kaya, terkenal, dan punya beberapa orang anak, dan anak-anaknya juga menerima warisan kekayaan ayahnya. Namun ketika menjelang tua dan sakit-sakitan, ayah tersebut tidak mendapat kasih sayang atau perhatian dari anak-anaknya – seperti pepatah mengatakan “habis manis sepah dibuang”. Sang ayah meninggal dalam kesedihan.
  2. Cerita lain adalah ayah yang kaya dan sukses karena bisnis nya sangat berhasil dalam kepemimpinannya, selama hidupnya sang ayah memimpin semua perusahaannya dengan baik sekali. Namun sayang sekali ketika sang ayah semakin tua dan tidak mampu memimpin bisnis nya lagi, ternyata sang anak belum siap untuk mengambil alih kepemimpinan. Sang ayah belum percaya kepada staffnya yang lain, jadi akhirnya terpaksa bisnis tersebut tetap diserahkan kepada anaknya. Namun ketika diberi kepercayaan penuh, tidak lama kemudian perusahaan itu bangkrut karena anaknya gagal menjalankan perusahaan yang telah dirintis ayahnya selama 25 tahun lebih.
Dari kedua kisah tersebut ternyata kesuksesan dan kekayaan kedua ayah diatas tidak berlanjut sampai kepada generasi berikutnya.  Generasi pertama (sang ayah) kuat, sukses dan tidak tergoyahkan – namun generasi berikut (anak, cucu) gagal dan tergoyahkan bahkan bubar. Mari kita mulai memikirkan dan menyiapkan agar tidak hanya generasi kita sekarang ini yang kuat dan diberkati namun generasi kita berikut setelah kita tidak ada lagi juga harus kuat, diberkati dan tidak tergoncangkan.
Sesungguhnya, jika kita mau jujur, setiap orang memerlukan “father” yaitu bapak rohani atau mentor dalam hidupnya (baca Bab 12 “Semua orang memerlukan bimbingan”). Bahkan dalam organisasi profit atau non profit, usaha bisnis, yayasan atau suatu kegerakan rohani (movement) sangat memerlukan mentor.
Saya masih ingat sekitar tahun 1980-1981, ada kegerakan Roh Allah yang bekerja secara luar biasa di Bandung melalui anak-anak muda (mahasiswa ITB, Unpad, Unpar dll), orang-orang dipenuhi Roh Kudus, mendapat penglihatan, berkata-kata nubuat, banyak orang-orang yang mengalami kesembuhan dan ratusan orang diselamatkan dalam kurun waktu yang sangat singkat, kita belum pernah mengalami saat-saat fenomenal seperti itu.
Saya salah satu yang ikut terlibat langsung dan mendukung kegerakan Tuhan pada waktu itu. Karunia-karunia Roh Kudus bekerja dengan dahsyat dimana kami semua belum pernah mengalami nya. Pada saat itu pengalaman kami secara rohani masih sedikit, usia kami juga pada waktu itu masih muda (19 – 26 tahun), rata-rata masih siswa dan mahasiswa semua. Semua kami yang dilawat Tuhan dalam kegerakan tersebut sangat bersukacita dan bernyala-nyala roh kami namun sekaligus kadang-kadang terkejut (sebagian juga bingung) dengan bentuk lawatan Tuhan yang masih baru sama sekali itu. Bayangkan, ketika selesai doa berjam-jam dalam hadirat Tuhan ada kejadian khusus, dimana beberapa diantara kami pada saat itu berbahasa roh (berbahasa lidah) sampai berhari-hari tidak berhenti, di rumah terus juga berbahasa roh, di restaurant terus juga, dikampus begitu juga, sampai-sampai mereka harus menutup mulut dengan sapu tangan agar tidak kelihatan aneh.
Syukur pada Tuhan, Ia menyiapkan seorang hamba Tuhan yang senior sejak awal kegerakan Roh Kudus itu membimbing dan mengarahkan kami ditengah-tengah keluguan kami, sehingga akhirnya movement itu berjalan dengan baik dan melahirkan sebuah synode atau organisasi gereja yang terus bertumbuh dan berkembang pesat sampai sekarang. Itulah peristiwa lahirnya GKKD (Gereja Kristen Kemah Daud) dan hamba Tuhan yang berperan sebagai mentor kami pada waktu itu adalah Bapak Pdt H. Simamora (pada saat itu beliau menggembalakan sebuah gereja yang sudah lama bertumbuh dan usianya saat itu sekitar 51 tahun).
Apa yang terjadi jika sebuah movement besar tersebut berjalan tanpa seorang mentor atau penasihat rohani? Bisa terjadi akan lahir suatu aliran yang ekstrim, tidak Alkitabiah bahkan bisa mengarah kepada aliran sesat. Saat ini cukup banyak bidat atau aliran sesat yang berbau agama Kristen, mungkin saja pada awalnya kegerakan itu bertumbuh secara murni dan masih netral, namun karena tidak ada yang mengarahkan, tidak ada mentor yang memberi nasihat, maka pelan-pelan terjadilah penyimpangan-penyimpangan yang tidak Alkitabiah dan tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Untuk menjamin lahirnya generasi berikut yang tidak tergoncangkan kita perlu pengarahan dari seorang mentor dan kitapun perlu menjadi mentor bagi orang lain yang masih muda usia ataupun pengalaman. Ibarat dalam lomba lari estafet -- pelari pertama berlari duluan dan kemudian menyerahkan tongkat estafet kepada pelari berikut pada waktu yang tepat agar terjadi kesinambungan satu dengan yang lain.


Berikut adalah kisah nyata tentang “Unshakeable Generations” melalui pelayanan seorang pria yang cinta Tuhan dan cinta jiwa-jiwa. Dawson Trotman, pendiri Para Navigator atau dikenal dengan The Navigators (pelayanan pemuridan) yang mulai merintis pelayanannya ditahun 1933. Pelayanan Navigator sangat fokus dengan pelayanan dalam bentuk bimbingan secara personal atau pribadi (pria terhadap pria dan wanita terhadap wanita), menekankan pentingnya kehidupan yang dibangun dan berakar dalam Firman Tuhan dan bagaimana memenangkan jiwa baru serta menolong orang tersebut melalui proses pemuridan, pelatihan dan mentoring sehingga menjadi murid Kristus yang pada suatu saat nanti mereka juga akan memuridkan orang lain. Ia memulai bahan-bahan pengajaran Alkitabnya dan meneruskannya melalui masa-masa proses pembentukan, diawali dari niat untuk memuridkan para anggota militer hingga kemudian hari berkembang untuk menginjili para mahasiswa dan kaum awam.

Adapun yang menjadi perhatian bagi Trotman dan pelayanan yang didirikannya yang masih terus eksis sampai hari ini ialah pemuridan orang percaya -- untuk memberi landasan bagi orang-orang Kristen dalam hal disiplin rohani, dalam doa, penyembahan, pemahaman Alkitab, dan ibadah. Ia sangat mencintai Firman Tuhan serta menghafalkannya setiap hari dan menerapkannya.
Orang pertama yang dibawa Trotman kepada Kristus melalui penginjilan pribadi adalah Less Spencer, seorang pelaut. Peristiwa itu menjadi awal mula pelayanan nya. Dinamakan the Navigators adalah karena keberadaan awalnya berhubungan dengan dunia kelautan. Spencer mengarahkan orang lain kepada Kristus yang kemudian dilanjutkan dengan mengarahkan orang lain lagi kepada keselamatan. Pelayanan pemuridan dari The Navigators pun berkembang terus untuk memenangkan dan memuridkan para pria maupun wanita bagi Kristus dan menjangkau suku-suku Bangsa ke seluruh penjuru dunia hingga hari ini.
Trotman meninggal dunia pada usia 50 tahun yaitu ketika ia sedang berusaha untuk menolong seorang yang hampir tenggelam di sebuah danau di bagian Utara New York, dan orang yang ditolongnya itu akhirnya selamat. Sepanjang hidupnya bahkan sampai akhir hidupnya Trotman lebih peduli akan orang lain daripada dirinya sendiri.  Penginjil Billy Graham yang memimpin upacara pemakaman Dawson Trotman pada tahun 1956 berkata : "Saya kira Dawson Trotman telah menyentuh begitu banyak kehidupan orang dengan pendekatan pribadi-pribadi dan membawa mereka mengenal Kristus melebihi dari siapa pun yang pernah saya kenal".
Melalui kehidupan seorang Dawson Trotman sebagai pendiri The Navigators, gereja dan umat Tuhan telah diperkaya dengan prinsip-prinsip yang sangat penting dari pelayanan mereka yaitu : mempertahankan disiplin dasar dari kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus dengan berpusatkan pada Kristus, mencintai Firman Tuhan, pentingnya follow up pribadi lepas pribadi, latihan pemuridan satu persatu (one-on-one discipleship training) dan prinsip pelipat gandaan murid-murid Kristus dan para pengerja dan pelatih rohani. Pengaruh The Navigators telah berkembang ke seluruh dunia dengan tidak kurang dari 3.600 staf yang mewakili 60 bangsa dan bekerja di 101 negara. Pengalaman Trotman yang sangat mengubahkan hidupnya dan hidup banyak orang adalah karena berpusat pada penghafalan,  perenungan serta ketaatan akan firman Tuhan. Ia menjadi seorang yang sangat effektif memuridkan orang lain oleh karena ia sendiri telah terlebih dahulu dimuridkan oleh Tuhan melalui Firman-Nya.
Di Indonesia, sejarah Para Navigator dimulai dengan seorang pria yang mengasihi Tuhan bernama Jim North (dari USA) yang memuridkan beberapa mahasiswa ITB bernama Badu Situmorang dan Hendrik Nadaweo. Badu dan Hendrik memuridkan mahasiswa-mahasiswa lain dengan cara yang cara yang intensif yaitu pelayanan secara pribadi kepribadi, mentoring, belajar Alkitab, berdoa bersama, penginjilan bersama-sama. 
Hal yang sangat penting yang kita bisa pelajari dari kehidupannya sebelum dipanggil Tuhan adalah bahwa  Dawson Trotman telah berhasil membuat dasar pondasi yang kokoh untuk Less Spencer (generasi berikutnya) untuk meneruskan misi yang sama ke generasi yang lahir kemudian.
Jim North yang pertama membawa injil Yesus lewat misi Navigator ke Indonesia dipanggil Bapa pulang ke Sorga bulan Agustus 2010 telah menginvestasikan hidupnya selama bertahun-tahun kepada mahasiswa-mahasiswa. Kemudian Ir Badu Situmorang yang ditunjuk sebagai pemimpin saat itu dengan setia dan tekun memuridkan beberapa mahasiswa yang lain (salah satu muridnya adalah Bapak Ir Alex Mamesah Presiden Direktur Navigator se Asia (1996-2006). Demikian seterusnya proses pemuridan ini berlangsung secara estafet dari generasi ke generasi. Pribadi-pribadi yang dihasilkan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berakar dalam Firman Tuhan serta memiliki karakter Kristus dalam hidupnya. Mereka bertumbuh menjadi generasi-generasi yang tidak tergoncangkan sebab pondasinya dibangun dengan pengorbanan, penyerahan hidup kepada Tuhan, dengan air mata, waktu, disiplin dan perhatian dalam ketulusan. Dengan kata lain mereka telah menginvestasikan hidupnya kepada orang lain.
Ketika Para Navigator dimulai di Indonesia tahun 1965 sampai tahun 1976 jumlah pengikutnya hanya sekitar 20-30 orang dan kelihatan lambat sekali pertumbuhannya. Bayangkan – dalam waktu 11 tahun hanya sedikit orang saja yang dimenangkan kepada Kristus. Namun dalam kurun waktu tersebut dasar-dasar pondasi telah disiapkan dengan baik dan konsisten. Sampai saat ini orang yang dijangkau dalam program pemuridan diseluruh Indonesia ada ribuan atau puluhan ribu orang. Mereka bukan lah sekedar petobat baru atau bayi-bayi rohani namun mereka adalah murid-murid Kristus yang membawa pengaruh kepada masyarakat sekitarnya yaitu para fulltimer (Staff), pengusaha, professional, mahasiswa dan para pemimpin di gereja yang sungguh-sungguh tergoyahkan dan siap untuk memuridkan orang lain juga.
Didalam pelayanan Navigator di kampus-kampus, biasanya proses memuridkan dan mentoring itu memakan waktu sekitar 4-6 tahun yaitu disesuaikan dengan lamanya waktu seorang mahasiswa menyelesaikan studynya di kampus. Dan ketika mereka selesai studi nya mereka sudah siap untuk terjun kedalam masyarakat untuk menjadi terang dan garam. Mereka bukan lagi sekedar mencari nafkah saja untuk keluarga atau mengembangkan profesi mereka sebagai sarjana namun mereka adalah seorang murid Kristus dan pembuat murid yang tidak tergoncangkan.
Belajar dari pemimpin-pemimpin kegerakan rohani (bapa rohani) pendahulu kita, mereka selalu berpegang kepada janji-janji Allah. Membangun generasi demi generasi bukanlah pekerjaan manusia, itu adalah karya Allah yang tidak terbatas oleh waktu, Dialah yang memegang abad, jaman dan pemerintahan turun temurun. Oleh karena itu setiap pemimpin yang ingin membangun generasi berikutnya yang tidak tergoncangkan, haruslah mendapatkan mandat yang mantap dari Allah dan berpegang akan janji-janji Allah. Itu bukanlah sekedar semangat emosi atau trend sesaat. Itu berbicara tentang DNA (deoxyribo nucleic acid atau benih keturunan pendahulu sebelumnya).
Kenalilah DNA anda dimana Anda saat ini bertumbuh dalam organisasi Anda. Jika Anda menyadari bahwa pendahulu atau pemimpin Anda adalah “rajawali” maka seharusnya Anda juga adalah seorang “rajawali” (dan bukan “ayam”) dimanapun Anda berada dan apapun tantangan yang Anda hadapi saat ini. 
Ada sebuah kisah dimana seekor rajawali kecil (anak rajawali) kesasar dan terjatuh di hutan dan akhirnya ia di jaga dan di beri makan setiap hari oleh induk ayam bersama anak ayam lainnya. Setiap hari anak rajawali ini berperilaku seperti anak ayam lainnya : mengais-ngais sisa makanan, makan cacing tanah, langsung bersembunyi masuk kandang ketika turun hujan dsb, oleh karena ia merasa dirinya adalah ayam dan hidup bersama ayam.
Pada suatu hari dia melihat ada seekor burung rajawali yang gagah perkasa terbang diangkasa, sangat cepat dan badannya pun besar. Dia sangat kagum, lantas dia tanya pada induk ayam : “Itu burung apa?” Induk ayam menjawab itu “Itu rajawali ! Mereka itu jenisnya beda dengan kita, mereka diangkasa, sementara kita ini ayam, tinggal di bawah-bawah ini saja”
Lantas dia pun berfikir “Awak ini apalah, unggas biasa, mana mungkin terbang tinggi seperti rajawali tersebut, awak ini kan keturunan ayam kampung”.
Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa disadari anak rajawali semakin besar badannya. Setiap hari ia terus mengamati burung rajawali yang terbang tersebut. Tiba-tiba suatu saat dia mulai menyadari bahwa bentuk badan dan bulu serta paruhnya tidak sama dengan anak ayam atau “induknya” yang dikandang. Sebaliknya dia lihat bahwa dia lebih mirip dengan burung rajawali yang terbang itu. Ketika dia benar-benar sadar bahwa ia adalah rajawali dan bukan ayam, maka ia mengambil keputusan untuk meninggalkan lingkungan ayam. Tiba-tiba dia mengepakkan sayapnya dan ia bisa terbang melintasi kandang, pagar bahkan pohon-pohon dan akhirnya ia terbang mengikuti burung rajawali tadi yang ternyata adalah “induk yang sebenarnya”. DNA nya yang sebenarnya adalah DNA rajawali bukan DNA ayam.
Banyak orang yang belum menyadari DNA nya yang sesungguhnya. Mereka masih berperilaku sebagai ayam atau kristen ayam yang terbang rendah (pengalaman biasa-biasa), takut kena hujan (tertekan masalah). Tetapi ketika suatu saat ia sadar, maka ia akan benar-benar berani mengepakkan “sayap imannya”, terbang tinggi melintasi “awan masalah” dan tetap kuat (“tidak tergoncangkan”), itulah Kristen Rajawali yang terbang tinggi !
Oleh karena itu milikilah janji-janji Allah dan berpeganglah teguh, sebab janji-janji Nya tidak akan  tergoncangkan dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Renungkan dan peganglah baik-baik janji-janji Tuhan dibawah ini, sungguh mengandung berkat yang luar biasa bagi kita dan keturunan kita kelak !
Keturunan orang-orang yang takut akan Tuhan menjadi berkasa di bumi :
Mazmur 112 : 1-2. “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Allah ingat janji-janji Nya sampai kepada keturunan kita :
Kejadian 17 : 7 Abraham menerima janji Allah dan mempercayainya : “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu
Tuhan memberkati kita dan keturunan kita menjadi bangsa yang besar :
Kejadian 12 : 2-3 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Keturunan kita akan menjadi terkenal (tentunya terkenal karena hal-hal yang positif) :
Yesaya 61: 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Janji Allah terhadap Abraham sudah dan terus digenapi sampai kepada keturunan yang kesekian, bahkan sampai Abraham sendiri sudah lama meninggalkan dunia ini -- janji Allah itu masih berlaku terus sampai sekarang.
Ketika Anda sudah mendapatkan janji-janji Allah dan menyadari DNA anda, maka Anda perlu melakukan bagian Anda yaitu meneruskannya dan menginvestasikan hidup Anda kepada orang lain. Bagaimana caranya? Anda sebagai pemimpin bersedia menolong orang lain untuk bertumbuh dalam proses pemuridan atau mentoring orang lain.
Semenjak saya dan isteri bergabung dan melayani di IFGF GISI tahun 1991/1992, kami menyadari dan menerima panggilan kami dari Tuhan dan kami ingin bertumbuh terus dan membagikan kehidupan kami kepada orang lain lewat organisasi besar ini. Kami mengenal DNA kami melalui kehidupan, visi-visi, misi dan hati para pemimpin kami yaitu Tim Apostolik yang telah mengimpartasikan kehidupan mereka kepada semua pemimpin dan jemaat melalui pelayanan IFGF GISI yang memiliki misi : “People is Our Mission”. Inilah yang membuat kami tetap bertahan dan setia melayani Tuhan. Kami juga telah menerima janji-janji Tuhan serta mendapat peneguhan lewat kesaksian-kesaksian hidup yang telah diubahkan.
“House of Covenant” (Membangun Jemaat yang Memiliki Ikatan Perjanjian) adalah salah satu visi IFGF GISI yang telah mendarah daging dalam hidup kami, dan kami percaya bahwa lewat pengayoman dan covering dari para pemimpin kami menerima mentoring ilahi dari Tuhan. Lewat ujian-ujian dan tantangan-tantangan, visi ini akan kuat dan semakin hidup dalam diri kami.
Jika kita berbicara “Unshakeable Generations” atau generasi yang tidak tergoncangkan, maka kita harus mengalami goncangan terlebih dahulu. Ketika goncangan terjadi, maka disitulah teruji apakah pondasi rohani (kehidupan, pelayanan, rumah tangga) yang kita bangun selama ini adalah kuat atau tidak? Apakah pondasi yang kita bangun selama ini terdiri dari bahan yang tahan api (emas, perak dan batu permata) atau terbuat dari bahan yang tidak tahan api (kayu, rumput kering dan jerami) sesuai dengan  yang tertulis dalam
1 Korintus 3 :12-14  Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Selama kita mau bertahan, mengandalkan Tuhan, taat akan Firman Nya, mau dibentuk dan tunduk pada pemimpin serta mau diajar (bersedia di mentor oleh pemimpin baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu lewat mentoring ilahi atau pengayoman) maka kita sedang membangun pondasi yang tahan akan goncangan.
Takut akan Tuhan dan ketaatan akan Firman Nya adalah kata-kata kunci yang menjamin bahwa kita tidak hanya menyelamatkan diri kita dan keluarga kita saat ini, namun kita juga menyiapkan dan membuka pintu berkat bagi keturunan-keturunan kita kelak (ketika kita sudah tidak ada lagi nanti didunia ini).
Ulangan 7 : 9-11 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu”
Ada satu artikel menarik tentang suatu penelitian berjudul “Perbedaan Dua Keturunan Max Jukes dan Jonathan Edwards”.  Penelitian tersebut dilakukan oleh sebuah tim sosiolog di New York Amerika Serikat terhadap 2 garis keturunan dari seorang yang bernama Max jukes dan seorang yang bernama Jonathan Edward yang keduanya hidup dalam kurun waktu yang bersamaan di abad ke -18. Max Jukes bukanlah orang yang beriman, dia adalah orang yang tidak punya prinsip hidup dan ia serta isteri tidak percaya akan Tuhan.
Apa pengaruh abadi yang Max jukes dan istrinya tinggalkan bagi keluarganya? Inilah gambaran yang diperoleh dari 1.200 orang keturunan Max Jukes:
· 440 orang menjadikan pesta pora sebagai gaya hidup mereka
· 310 orang menjadi gelandangan dan pengemis
· 190 orang menjadi pelacur
· 130 orang menjadi narapidana
· 100 orang menjadi pecandu minuman keras
· 60 orang mempunyai kebiasaan mencuri
· 55 orang menjadi korban pelecehan seks
· 7 orang menjadi pembunuh
Hasil penyelidikan membuktikan bahwa tidak satupun dari keturunan Jukes memberikan kontribusi berarti bagi masyarkat, sebaliknya keluarga yang terkenal karena keburukannya  ini  secara  kolektif  telah merugikan negara bagian New York sebesar $ 1.2 juta US.
Sementara itu, bagaimana dengan Jonathan Edwards? Jonathan Edwards adalah berasal dari keluarga yang taat. Ia menikah dengan Sarah, sorang wanita yang setia kepada Tuhan. Dan inilah hasil keturunan mereka :
· 300 orang menjadi pendeta, misionaris atau guru besar di bidang teologi
· 120 orang menjadi profesor (guru besar) di bidang akademis
· 110 orang menjadi pengacara
· Lebih dari 60 orang menjadi dokter
· Lebih dari 60 orang menjadi pengarang buku (best seller)
· 30 orang menjadi hakim
· 14 orang menjadi rektor
· 3 orang menjadi anggota Kongres
· 1 orang menjadi wakil presiden Amerika serikat
· Sisanya menjadi pemilik pabrik di Amerika serikat
Kisah nyata diatas membuktikan bahwa Jonathan Edwards membangun pondasi yang benar dan kuat (takut akan Tuhan dan taat kepada Firman Nya) sehingga ia menghasilkan “Unshakeable Generations” atau generasi yang tidak tergoncangkan. Sebuah warisan dari kehidupan orang tua yang “dipindahkan” kepada anak- anaknya.
Sebuah hal yang lebih berharga dari sekedar harta yaitu kehidupan yang Allah telah berikan di dalam hidup orang tua yang akan diwariskan kepada anak- anak supaya anak- anak itu kelak punya pengaruh yang positif untuk mengubahkan generasi dan masyarakatnya menjadi lebih baik.
Sementara itu Max Jukes membangun pondasi yang rapuh dan tidak tahan badai kehidupan (hidup menjauhi Tuhan), sehingga ia menghasilkan “Shakeable Generatiosn” atau generasi yang tergoncangkan.


Dalam mempersiapkan kehidupan dan generasi yang tidak tergoncangkan sebagai pemimpin atau mentor kita perlu memperhatikan hal-hal berikut :
1.      Harus memiliki keyakinan yang kuat akan janji-janji Allah.
Jika keyakinan kita sekedar semangat emosi atau karena mendengar dari apa kata orang atau sekedar meniru apa yang dikerjakan oleh orang lain, maka biasanya keyakinan itu suatu saat akan goyah dan ada kemungkinan beralih kepada ‘keyakinan baru’ atau ‘trend baru’ yang sedang digandrungi oleh banyak orang. Untuk melakukan program pemuridan didalam gereja/ organisasi Anda haruslah berdasarkan keyakinan akan janji-janji Allah, sebab godaan cukup banyak ketika kita merasa jenuh, bosan, terpengaruh melihat hasil orang lain lebih cepat kelihatannya dsb. Jika Anda ingin melahirkan “unshakeable generation”, maka Anda sendiri haruslah menjadi pribadi atau pemimpin yang “unshakeable” terlebih  dahulu.  Carilah Tuhan, minta janji-janji Nya sebagai konfirmasi dan ketika Anda menemukannya, yakinlah, peganglah dan melangkahlah!
2.      Harus punya visi kedepan untuk menyiapkan pondasi atau pertumbuhan generasi berikutnya. Ada anggapan bahwa generasi berikutnya akan otomatis lahir sendiri dengan keyakinan generasi sebelumnya. Biasanya kualitas mereka akan cenderung berkurang mutunya dibandingkan dengan generasi yang disiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh. Ingat kisah diawal bab ini yaitu tentang dua ayah yang sukses, kaya, terkenal, namun karena tidak mempersiapkan generasi berikutnya maka generasi berikut tidak sebaik kualitas ayahnya.
Bandingkan dengan Dowsan Trotman yang tangguh namun benar-benar mempersiapkan murid-murid Kristus yaitu yaitu sebagai pemimpin-pemimpin generasi berikut yang tidak tergoyahkan. Sudah 40 tahun lebih Para Navigator ada di Indonesia dan mereka masih tetap tidak tergoyahkan, karena pondasi nya dibangun dengan kuat.
Demikiain juga sudah 30 tahun lebih IFGF GISI lahir dan sampai saat ini bertumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat, walaupun melewati goncangan-goncangan namun tidak tergoncangkan. 
Jadi dalam hidup Pribadi kita, keluarga kita, pelayanan kita, bisnis kita kita perlu menyiapkan pondasi yang kuat agar kita tetap kuat dan tidak mudah goncang.
3.      Perlu kesabaran dalam melakukan proses untuk menolong pertumbuhan orang lain. Godaan yang timbul adalah ingin melihat pertumbuhan dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat singkat sehingga tanpa kita sadari ingin menggantikan proses pemuridan dan mentoring dengan program-program pengganti yang bersifat “short cut” atau “instant” lainnya. Padahal proses pemuridan dan mentoring adalah proses membagikan  kehidupan pemimpin kepada orang lain, bukan sekedar menyuruh orang lain melaksanakan program-program dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang banyak. Mungkin program dapat terlaksana namun biasanya tidak akan bertahan lama dan pribadi-pribadi yang melakukannya juga akan tergoyahkan oleh karena mereka belum mendapat pengarahan, perhatian dan pelatihan yang baik.
Berikut adalah kutipan pesan dari Dr  Jimmy Oentoro dalam sebuah tulisannya (tahun 2010) berjudul “Raise up Unshakeable Generations” sekaligus menjelaskan 3 DNA penting gereja IFGF GISI. Pastikan DNA Anda !
"Tuhan adalah Tuhan atas setiap generasi!" Dan Dia memiliki rencana bagi setiap generasi yang ada. Sebagaimana saat ini generasi pada usia 20 dan 30-an bermunculan sebagai pemimpin baru, mereka adalah generasi yang sangat radikal di zaman ini. Dengan semua yang sedang berlangsung di sekitar kita, IFGF GISI haruslah mampu melihat kehendak Allah bagi generasi ini. Ijinkan saya mengingatkan Anda kembali mengenai 3 DNA penting gereja kita. Yang pertama, kita dilahirkan untuk menjadi Pembuat Sejarah yang menolak menjadi sekedar pribadi atau gembala yang biasa-biasa saja. Ingatlah bahwa visi Tuhan ditentukan dari seberapa besar hati Anda. Kedua, kita telah dipercayakan Mandat Kuasa dari Tuhan dimana kita perlu bekerja mengelola gerejaNya. Gereja, dalam hal ini, tentu saja mengarah pada kumpulan anak-anak Tuhan. Dan ketiga, kita adalah sebuah gereja yang Berorientasi pada Misi. Jika tidak, kita akan menjadi gereja yang terhilang saat Yesus datang! Sadari bahwa apapun yang kita lakukan saat ini, kita sedang disaksikan oleh generasi di bawah kita. Jadi sebagai gembala dan pemimpin gerejaNya, kita harus bergerak maju dan bersiap memasuki siklus kepemimpinan baru dan mengimpartasi DNA kita kepada generasi selanjutnya.
Tuhan telah menempatkan kita di IFGF GISI melalui perjanjian. Dan bahwa melalui perjanjian ini juga, kita akan berjalan beriringan dengan para generasi muda kita. Kita merawat mereka, membawa dan membicarakan hal keilahian ke dalam hidup mereka, dan membimbing mereka untuk memenuhi tujuan-tujuan mereka melalui impartasi visi. Saya juga percaya bahwa setiap generasi memiliki sebuah panggilan. Dan panggilan kita untuk generasi selanjutnya adalah menjadi generasi yang tak tergoyahkan sehingga kita dapat bersama-sama menjadi trendsetter untuk membangun 7 gunung yang telah Tuhan percayakan kepada umatNya di dunia.


1.      Untuk menyiapkan “Unshakeable Generations” atau generasi yang tidak tergoncangkan kita perlu membangun pondasi yang kuat, apakah itu pondasi kehidupan rohani, pondasi keluarga dan juga pondasi pelayanan. Mulailah dari kehidupan kita pribadi. Pastikan pondasi kehidupan Anda dan saya benar-benar kuat.
2.      Mari kita tidak hanya memikirkan generasi saat ini saja (jaman dimana kita masih hidup saat ini). Pelajaran berharga apa yang Anda dapatkan dengan membaca kehidupan dan keturunan dua tokoh Max Jukes dan Jonathan Edwards? ______________________________________
3.      Pelajaran berharga apa yang Anda dapatkan dengan membaca sejarah dua organisasi yang telah diberkati Tuhan lebih dari 30 tahun seperti Para  Navigators dan IFGF GISI?
Amati kehidupan pribadi dan pelayanan Anda saat ini, apakah ada yang perlu dibenahi atau diperbaiki (visi, motivasi, kemurnian hati) sehubungan dengan membangun dasar pondasi yang kuat atau bahan bangunan yang tahan api (1 Korintus 3 : 12-14 yaitu emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami. Jika ada yang perlu diperbaiki, berdoalah sungguh-sungguh dan minta hikmat pada Tuhan atau minta seorang mentor (pemimpin Anda) yang menolong Anda untuk memperbaikinya, dan catat lah komitmen Anda tersebut _________________________________________________________

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan / komentar
Pilih name/url, isi dengan nama anda. url boleh juga di kosongkan.

 
;