Rabu, 20 Juli 2011

Synopsis Buku Mentoring & Pemuridan


“MENTORING & PEMURIDAN”


Pengarang : Pdt. Ir. Herdy N. Hutabarat M.A.

Buku ini unik, berisi pengalaman hidup dan kesaksian dari Penulis selama lebih dari 30 tahun mengikuti panggilan Tuhan sejak ia kuliah dan melayani di kampus ITB dan juga melayani dalam masyarakat sambil bekerja. Buku ini juga berisi tentang kesaksian orang-orang yang dekat dengan penulis yang terpanggil dalam menolong orang lain bertumbuh, baik melalui penerapan mentoring dan pemuridan dan juga penggembalaan dalam gereja. Tidak hanya baik untuk diterapkan dalam pelayanan di gereja, di kampus atau di dunia profesi, pengetahuan dalam buku ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, usaha bisnis sehari-hari. Buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan dengan ilustrasi yang menarik untuk mempermudah para pembaca untuk menangkap isinya.

Buku ini terdiri dari 29 pasal yaitu :

Pasal 1. Mentoring, seberapa luas :

Pengertian Mentoring dalam lingkup yang lebih luas adalah : “Proses yang bersifat relasi antara mentor, seorang yang mengetahui atau punya sesuatu (sumber-sumber kebijaksanaan, informasi, pengalaman, keyakinan, pandangan, hubungan, status dll) dengan mentee (anak mentor) dan mentransferkannya kepada mentee tersebut, pada kurun waktu tertentu dan keadaan tertentu, sehingga terjadilah fasilitasi perkembangan atau pemberdayaan”.
Dalam pengertian yang lebih luas fungsi dan jenis mentoring itu bisa mencakup dalam 7 (tujuh) area secara spesifik, dimana orang-orang yang melakukan prosesnya disebut : Discipler (Pembuat murid), Spiritual Guide (Pembimbing Rohani), Coach (Pelatih), Counselor (Konselor), Teacher (Guru), Sponsor dan Model (Role Model atau Panutan). Masing-masing jenis mentoring diatas punya ciri khas tersendiri dalam menolong orang lain untuk bertumbuh mencapai potensi maksimum mereka. Namun bagian mentoring yang banyak dibahas dalam buku ini adalah “discipleship atau pemuridan”.


Pasal 2 : Bagaimana kerjasama mentor dengan mentee 

Secara umum ada dua tipe kegiatan mentoring yakni yang bersifat alami dan yang direncanakan. Yang bersifat alami misalnya melalui persahabatan, minta nasihat atau konseling. Sedangkan mentoring yang direncanakan adalah melalui program-program terstruktur dimana mentor dan mentee melakukan proses mentoring bersama-sama dengan mengadakan kesepakatan atau perjanjian terlebih dahulu, misalnya program pemuridan atau program training dimana mentor dan mentee memilih dan memadukannnya melalui proses-proses yang formal.
Karakteristik untuk menjadi seorang mentor yang baik adalah :
a.Dapat dipercaya.
b.Memiliki semangat yang tinggi dan tidak mudah menyerah
c.Memiliki kemampuan untuk menasihati orang lain
d.Memiliki sikap mental positif (positif thinking)
e.Memiliki ketrampilan atau keahlian yang efektif.
f.Memiliki visi.
Sementara itu, karakteristik untuk menjadi seorang mentee yang baik adalah :
a.Memiliki keinginan belajar untuk meningkatkan kemampuannya.
b.Memiliki komitment dalam hal waktu untuk bertemu dengan mentor.
c.Mau menerima nasehat (umpan balik/ feed back).
d.Ada keterbukaan dan tidak segan-segan untuk meminta pertolongan.
Contoh yang sangat ideal tentang hubungan mentor dan mentee adalah : Anne Sullivan dan Hellen Keler. Sinergi dari keduanya menghasilkan dampak yang luar biasa bagi Hellen Keller sehingga hidupnya menjadi berkat bagi banyak orang.


Pasal 3 : Pemuridan,  seberapa  pentingkah





Mengapa banyak orang (pemimpin) belum melakukan atau belum terlibat dalam Pemuridan?
  1. Belum mengalami langsung (belum pernah dimuridkan).
  2. Tidak mengerti sama sekali tentang teori pemuridan 
  3. Belum memiliki panggilan (perspeksif ilahi).
  4. Anggapan yang keliru bahwa semua orang otomatis bertumbuh
  5. Tidak punya waktu
  6. Hasilnya tidak segera kelihatan
  7. Sudah dicoba dan gagal berkali-kali
  8. Merasa bukan tanggung jawabnya
  9. Menganggap bahwa semua orang percaya otomatis adalah murid Kristus.


Pasal 4 :  Alasan untuk tidak melakukan mentoring

“Waktu berjalan terus dan tidak bisa dihentikan, waktu tidak bisa diulang kembali, waktu adalah uang, uang yang hilang bisa diganti namun waktu yang hilang tidak bisa dibeli. Waktu adalah kehidupan itu sendiri, sering sekali waktu yang seharusnya kita sendiri yang kerjakan tidak bisa kita wakilkan kepada orang lain. Waktu yang terbuang oleh karena tidak kita investasikan untuk menolong orang lain bertumbuh akan menjadi penyesalan yang panjang. Namun waktu yang sangat bernilai oleh karena kita investasikan untuk melakukan mentoring akan membawa kepuasan yang tidak berkesudahan yaitu seumur hidup kita dan sepanjang umur orang-orang pada generasi berikutnya yang pernah kita tolong”. Ada banyak faktor yang membuat orang-orang belum melakukan mentoring antara lain :
a. Tidak mengerti manfaat atau keuntungan sesungguhnya dari mentoring
b. Tidak pernah menerima mentoring sebelumnya
c. Rasa tidak aman (unsecure person).
d. Memikirkan kepentingan diri sendiri (ego).
e. Tidak bersedia membayar harga (membutuhkan kerja keras)
f. Takut gagal
g. Sibuk (tidak punya waktu)

Pasal 5 : Ciri-ciri murid Kristus

Tidak semua orang Kristen atau orang percaya otomatis menjadi murid Kristus. Jika kita amati dalam Alkitab, Tuhan Yesus sendiri mempunyai beberapa kriteria tentang menjadi Murid Kristus, mari kita lihat dengan yang kita sebut “ciri-ciri Murid Kristus”
  • Murid Kristus adalah seorang yang hidup dalam kasih dan saling mengasihi.
  • Murid Kristus adalah seorang yang hidup dan tinggal dalam kebenaran Firman
  • Murid Yesus adalah seseorang yang mengikut Dia tanpa syarat, mau menyangkal diri serta bersedia memikul salib. 
  • Murid Kristus menghasilkan buah-buah yang banyak dalam kehidupannya.
Pasal 6 : Nasehat Yitro kepada Musa (kelompok kecil)

Musa memilih orang-orang cakap dari bangsa Israel dan mengangkat mereka menjadi kepala atas kelompok-kelompok besar dan kecil, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. Mereka ini ditunjuk untuk membantu Musa dalam menyelesaikan masalah rakyat Israel. Perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri. Banyak pelayanan atau gereja saat ini kurang berkembang karena hanya dijalankan oleh satu atau dua orang pemimpin saja, sehingga banyak orang-orangnya yang punya potensi tidak dikembangkan. Akibatnya pemimpin menjadi stress kecapaian dan pengikut pun menjadi bosan sebab hanya menjadi penonton.

Pasal 7 : Musa dan Yosua (persiapan dan waktu Tuhan)

Untuk mempersiapkan pemimpin yang tepat memang memerlukan kesabaran baik dalam proses pelatihannya sendiri maupun menantikan waktu Tuhan yang tepat. Sebagian orang kurang sabar dan cenderung mau menempuh proses yang cepat sehingga suka menempuh jalan pintas atau “short cut”, padahal belum tentu sesuai dengan waktunya Tuhan dan belum tentu cara cepat itu adalah yang terbaik. Pelajarilah bagaimana Tuhan menyiapkan Yosua lewat kepemimpinan Musa, waktunya bukan beberapa bulan, namun 40 tahun.

Pasal 8 : Elia dan Elisa (loyalitas dan penundukan diri)

Elia belajar tunduk pada otoritas kepemimpannnya. Ia setia mengikuti pemimpinnya sampai akhirnya ia menerima urapan ganda yang luar biasa. Lewat mentoring dan pemuridan kita akan menghasilkan calon-calon pemimpin yang setia. Elisa mengikuti Elia sampai akhir perjalanannya. Ingatlah ini, jika seseorang membiasakan diri untuk menyelesaikan sesuatu dengan baik dan tuntas, maka untuk proyek-proyek lain ditempat yang lain ia akan menyelesaikan juga dengan tuntas. Demikian juga berlaku sebaliknya, jika seseorang membiasakan diri untuk tidak menyelesaikan sesuatu dengan baik dan tuntas (serba tanggung, tidak selesai, terbengkalai) maka untuk proyek-proyek lain ditempat yang lain biasanya iapun tidak akan menyelesaikan juga dengan tuntas.

Pasal 9 : Tuhan Yesus dan murid-murid Nya (keteladanan)

Jika kita ingin mentoring dan pemuridan kita efektif, maka mari kita belajar dari Guru Agung kita dalam hal “menjadi teladan bagi murid-muridnya. Kita amati bahwa dalam mentoring dan pemuridan yang dilakukan oleh Yesus, ia selalu memberikan contoh dan teladan yang baik. Dia menganut prinsip : “Walk the talk” artinya menjalani apa yang sudah dikatakan, sesuai tindakannya dengan perkataannya. Jika Anda ingin membawa dampak besar bagi kehidupan seseorang, jadilah teladan bagi mereka!

Pasal 10 :  Paulus dan Timotius (memberi kepercayaan)

Murid atau mentee yang setia, punya potensi dan talenta namun tidak dilibatkan dalam pekerjaan (pelayanan) yang lebih besar akan mempunyai kecenderungan untuk menjadi tidak bergairah lagi atau lebih parah lagi akan mulai mengkritik dan bisa pindah keluar untuk mencari tantangan atau kesempatan yang lebih untuk kemajuannya.
Tindakan yang bijaksana dalam pemberdayaan atau memberikan kepercayaan dalam mentoring adalah : bimbingan dan pelatihan harus diberikan kepada mereka yang baru dan setelah diamati perkembangannya dan pada waktu yang tepat percayakanlah mereka untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar sesuai dengan talenta dan kemampuannya.

Pasal 11 :  Lima syarat pembuat murid Kristus

Bukan pendidikan, pengalaman, usia atau posisi yang menjamin seseorang untuk dapat membuat (melahirkan) murid-murid Kristus, namun ada 5 faktor yang menentukan yaitu :
1.      Memiliki hati Bapa
2.      Memiliki panggilan dan motivasi yang kuat
3.      Berjiwa melayani dan bukan memerintah   
4.      Seorang yang tekun dan tidak mudah menyerah
5.      Mau menjadi teladan, mau belajar dan bertumbuh terus-menerus

Pasal 12 : Semua  orang  memerlukan  bimbingan

Untuk mencapai potensi maksimum, semua orang memerlukan nasihat dan bimbingan. Sesungguhnya proses belajar bisa kita dapatkan lewat jalur resmi namun juga jalur yang tidak formil seperti lewat persahabatan, lewat pemimpin rohani, lewat orang tua, lewat orang-orang yang ahli (expert) dalam bidang tertentu.
Alangkah baiknya dan luar biasanya jika kita semua (yang ingin maju dan bertumbuh dan sukses tentunya) memanfaatkan kedua jalur resmi dan jalur yang tidak resmi itu sehingga kita menerima manfaat yang sebesar-besarnya dalam hidup ini dan kita pun bertumbuh lebih cepat untuk mencapai potensi maksimum kita.

Pasal 13 : Tidak bisa dalam satu malam

Ingatlah bahwa untuk membuat murid Kristus tidak dapat hanya satu malam atau satu minggu saja. Milikilah perspektif yang benar tentang nilai kekekalan seorang murid Kristus sehingga ketika Anda sedang terlibat dalam proses menyiapkannya--- maka Anda tidak akan merasa bosan, letih atau berat dalam melakukan pekerjaan tersebut sekalipun bertahun-tahun bahkan seumur hidup prosesnya.




Pasal 14 : Pentingnya Follow up

Dalam melakukan mentoring dan pemuridan salah satu hal yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan adalah kegiatan untuk menindak lanjuti atau memfollow up, mengapa? Oleh karena  dalam program ini setelah kita membuat sasaran atau rencana, maka kita harus memantau atau memonitor proses perkembangannya dan memastikan bahwa sasaran tersebut tidak terhenti ditengah jalan, namun akan terlaksana dan untuk kemudian akan dilakukan evaluasi.

Pasal 15 : Tidak harus bertatap muka

Dalam melakukan mentoring, salah satu kendala yang sering dihadapi sebagian orang adalah keterbatasan waktu oleh karena mereka sangat sibuk dengan jadwal yang sangat padat setiap hari bahkan sepanjang minggu. Dalam Pasal ini dibahas bahwa mentoring atau pemuridan tidak hanya dilakukan seperti yang biasa yaitu “harus berjumpa langsung” namun bisa juga dilakukan dengan tempat yang jauh terpisah satu sama lain dan saling tidak bertatap muka. Cara ini sangat efektif untuk orang-orang yang belum (bukan) sepenuh waktu dalam melayani Tuhan misal : pengusaha, kaum professional yang sangat sibuk dan waktunya terbatas.

Pasal 16 : Pemimpin melahirkan pemimpin

Gembala melahirkan gembala, Majelis Gereja melahirkan Mejelis Gereja, Worship Leader melahirkan Worship Leader, Pemain Musik melahirkan Pemain Musik, Guru sekolah Minggu melahirkan Guru Sekolah Minggu, Direktur melahirkan Direktur, Rasul melahirkan Rasul, Nabi melahirkan Nabi, ahli Las melahirkan ahli Las, ahli Masak melahirkan ahli Masak demikian seterusnya --- itulah namanya ‘multiplikasi’ atau pelipat gandaan.   Dengan kata lain : “Pemimpin akan melahirkan Pemimpin” dan proses itu akan sangat efektif lewat proses Mentoring dan Pemuridan.

Pasal 17 : “Going strong !”

Dalam Bab ini penulis mengajak pembaca untuk memikirkan bagaimana caranya membangun pribadi atau jemaat yang Going Strong artinya yang semakin dewasa, bukan menjadi bayi rohani terus. Ada jemaat yang sejak bergabung jadi menjadi anggota gereja yang sudah puluhan tahun tetapi masih tetap bayi rohani terus. Apa kuncinya agar tetap kuat dan tidak tergoncangkan? Kita kuat jika berakar dan bertumbuh dalam Firman Tuhan. Kita kuat jika kita hidup dalam doa dan pujian dan penyembahan. Belajar dari pemimpin-pemimpin kegerakan rohani (bapa rohani) pendahulu kita, mereka selalu berpegang kepada janji-janji Allah. Oleh karena itu setiap pemimpin yang ingin membangun generasi berikutnya yang tidak tergoncangkan, haruslah mendapatkan mandat yang mantap dari Allah dan berpegang akan janji-janji Allah. Itu bukanlah sekedar semangat emosi atau trend sesaat. Itu berbicara tentang DNA

Pasal 18 :  “Unshakeable Generation”

Dipasal ini ada dua kisah nyata yaitu tentang Jonathan Edwards dan Max Jukes. Jonathan Edwards membangun pondasi yang benar dan kuat (takut akan Tuhan dan taat kepada Firman Nya) sehingga ia menghasilkan “Unshakeable Generations” atau generasi-generasi yang tidak tergoncangkan. Sebuah warisan dari kehidupan orang tua yang “dipindahkan” kepada anak- anaknya. Sementara itu Max Jukes membangun pondasi yang rapuh dan tidak tahan badai kehidupan (hidup menjauhi Tuhan), sehingga ia menghasilkan “Shakeable Generation” atau generasi yang tergoncangkan bahkan menjadi generasi yang gagal (hancur).

Pasal 19 : Jangan patah semangat karena Judas

Setiap orang pernah dihianati dalam hidup maupun dalam pelayanannya. Ada 3 kunci agar
kita bisa tetap maju walaupun dihianati oleh orang-orang yang pernah kita muridkan :
a. Kita harus selalu berfikir positif dalam melakukan mentoring atau pemuridan.
b.Tuhan selalu memberi kesempatan bagi setiap orang untuk berubah dan bertobat.
c. Jaga hati kita jangan sampai ada akar kepahitan !

Pasal 20 :  Bagaimana mengukur kemajuannya?

Setiap pertumbuhan baik untuk pertumbuhan pribadi maupun untuk pertumbuhan gereja perlu diukur kemajuannya. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah praktis dalam pasal ini.

Pasal 21 : Menjadi mentor buat anak-anak

Mentoring dan Pemuridan tidak hanya dapat diterapkan dalam bisnis usaha atau pelayanan namun juga penting dilakukan dalam keluarga, khususnya untuk anak-anak kita. Para orang tua, mari kita taburkan benih-benih kepada putra-putri kita dalam bentuk : kasih sayang, perhatian, nasihat, dorongan semangat, sharing atau pengajaran Firman Tuhan, disiplin, doa, pengetahuan, bekal keperluan hidup, kata-kata berkat dll. Apapun yang baik yang berguna untuk kehidupannya taburlah dengan tidak henti-hentinya dan jangan bosan-bosan. Sebab suatu saat kelak apa yang kita tabur dalam diri mereka saat ini akan kita tuai juga lewat kehidupan mereka. Contoh yang sangat baik dilakukan oleh Dick terhadap putranya Rick yang cacat. Mereka adalah tim Hoyt yang tangguh !


Pasal 22 : Mempercepat at Church Planting dan Misi

Mengapa Mentoring secara langsung ataupun tidak langsung dapat mempercepat proses penanaman gereja dan penginjilan (misi) ? :  
a.Pemimpin yang dewasa rohani akan menjadi teladan
b.Seorang  murid Kristus adalah seorang yang berjiwa misi.
c.Program mentoring sangat dibutuhkan untuk proses pendewasaan
d.Seorang murid Kristus memiliki panggilan untuk memuridkan orang lain juga.
e.Seorang murid Kristus adalah seorang yang terbiasa untuk melakukan follow up atau tindak lanjut.


Pasal 23 : Kualitas atau kuantitas

Dalam mengembangkan pelayanan, jangan terganggu dengan angka-angka, lebih baik 1 orang yang sungguh-sungguh (100% menyerahkan hati kepada Tuhan) daripada 10 orang percaya yang setengah-setengah untuk Tuhan. Untuk jangka pendek kelihatannya lebih menarik memiliki anggota 10. Namun untuk jangka panjang akan terlihat betapa bernilainya yang satu orang tersebut dibandingkan dengan 10 orang namun kurang sungguh-sungguh.

Pasal 24 : Peranan Doa dalam pertumbuhan


Semua orang perlu dukungan doa dalam hidupnya agar ia terus bertumbuh dalam iman dan karakter, apakah ia jemaat biasa maupun pemimpin rohani. Bagaimana strateginya agar hal itu bisa terlaksana? Dengan kata lain tidak seorang pun yang akan terlewatkan atau kecolongan jika di lindungi (cover) oleh doa-doa.

Pasal 25 : Berapa kali kita perlu menasehati mereka?

Mentoring dan proses pemuridan diwarnai dengan banyak nasihat-nasihat secara pribadi lepas pribadi, nasihat yang berulang-ulang sesuai kebutuhan dan  nasihat dalam bentuk jamak juga artinya nasihat secara kelompok bersama-sama. Sampai berapa kalikah kita perlu menasihati mereka.

Pasal 26 :  Jika tidak Mati Tidak Berbuah Banyak

Dalam pasal ini dikupas secara lengkap tentang kesaksian dua orang pribadi yang bersedia “mati” artinya mengalami proses pembentukan (mati terhadap ego dan cita-cia pribadi) sehingga akhirnya menghasilkan buah-buah yang banyak sekali yaitu ribuan murid-murid Kristus dan 3000 an gereja yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Mereka adalah : Ir Badu Situmorang (buah sulung pelayanan Navigator di Indonesia) dan Pastor Jimmy Oentoro (pendiri IFGF GISI).

Pasal 27 :  Visi menjangkau yang terhilang

Murid-murid Kristus yang terpilih dan punya kerinduan untuk terus bertumbuh akan ikut Pelatihan (training) dan akan menjadi Pekerja yang kemudian akan dikembangkan terus menjadi Pemimpin. Pekerja yang sudah terlatih dan Pemimpin akan diutus kedunia untuk memenangkan jiwa-jiwa baru. Demikian selanjutnya proses tersebut diulang kembali.

Pasal 28 :  Memilih Timotius Anda

Dalam mentoring dan pemuridan, oleh karena waktu, tenaga, perhatian dan sumber daya yang terbatas, maka mentor perlu melakukan seleksi untuk memilih anggota yang akan difokuskan. Sama seperti Tuhan Yesus sendiri, pada awalnya Ia punya 70 murid yang lain, namun mereka diseleksi lewat proses pengajaran Nya sehingga pada satu titik, secara alami sebagian besar dari mereka akhirnya mengundurkan diri. Namun ke-12 murid Yesus yang setia tetap bertahan mengikuti guru mereka. Paulus juga punya banyak murid, namun hanya Timotius yang berulang-ulang dia sebut sebagai anak rohaninya dan yang akhirnya menjadi hemba Tuhan yang teruji dan setia.

Pasal 29 :  Mentoring dan Pemuridan – bukan sekedar pilihan

Mentoring dan pemuridan bukanlah sekedar pilihan yang boleh diikuti atau boleh tidak, namun ini harus dilakukan demi kelangsungan generasi yad yang berkualitas dan agar kepemimpinan kita semakin baik dan sempurna. Dengan demikian kitapun akan semakin baik dalam memimpin orang lain untuk bertumbuh dalam mencapai potensi maksimumnya. “Mentoring dan pemuridan” tidak hanya sekedar untuk dibaca, diketahui atau dimengerti, namun harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan Anda pun bisa melakukannya!

Kesimpulan :
1. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang buku ini berikut pengulasan secara detail tentang ke-29 Pasal diatas, maka Anda bisa mendapatkan buku ini di toko buku Kalam Hidup dan toko buku Gramedia yang ada dikota-kota Anda. Harga per buku adalah Rp 65,000.


2. Jika Anda sudah membaca buku tersebut (544 halaman) dan ingin memberikan komentar atau saran ke pada penulis, dapat menghubungi : Herdy Hutabarat di HP # 0811-750-546 atau email ke herdyhb@yahoo.com atau Facebook : Herdy Hutabarat.

13 comments:

Herdy Hutabarat mengatakan...

Keep on moving forward...

Baladil mengatakan...

Wah Bukunya bagus sekali om, saya tertarik sekali...

Toni mengatakan...

Buku mentoring dan pemuridan sangat memberkati Pst..menjadi motivasi untuk kita terus memuridkan banyak orang...di tunggu buku edisi berikutnya Pst.

Marina Panjaitan mengatakan...

pemuridan sudah langka dilakukan dalam gereja lokal pada masa sekarang ini padahal cara itu yang dilakukan oleh Tuhan Yesus andaikan hal itu tidak dilakukan Tuhan Yesus tidak akan ada pemuridan hamba-hamba Tuhan yang luar biasa sampai sekarang ini. Jadi buku mentoring adalah buku yang sangat luar biasa untuk bisa digunakan sehingga banyak regenerasi pemimpin-pemimpin baru yang dipakai luar biasa

Nora mengatakan...

Pst Bukunya sangat memberkati kita...ditunggu edisi berikutnya...Going Strong...

renold preneur sitompul mengatakan...

HEBATTTT!!!!
1 kata yg terucap untuk buku ini,saya sangat terinpirasi pada bab 14 mengenai Follow Up,,,
khususnya pada organisasi rohani, bahkan didunia sekuler sekalipun."saya rasa pastor adiknya Einstein" :-)

Riana Sibarani mengatakan...

Sungguh Buku yang sangat praktis & mudah untuk diterapkan diberbagai bidang, baik itu pelayanan, keluarga maupun sosial kemasyarakatan...Buku ini juga sangat inspiratif sekali karena berasal dari pengalaman pribadi Penulis yang luarbiasa dalam berbagai bidang..."truly inspiring"...MANTAP Pastor...Lanjutkan...JBU ;o)

Dellyma waruwu mengatakan...

Bukunya sangat memberkati,,,, tetap semngat GBU

Nova Octavianus Ndakuneding mengatakan...

Good......
terima kasih atas bukunya karena bukunya membantu saya dalam menulis skripsi..... GBU

Randolph Willy H. mengatakan...

Bukunya sangat inspiratif dan disajikan dengan bahasa yang sederhana, ibarat makanan "renyah" untuk dinikmati. Bagi saya, buku ini seperti cermin untuk introspeksi tingkat kerohanian dan karakter saya. Sungguh buku yang banyak mengubah perspektif saya tentang menjalani hidup menjadi lebih semangat dan berpikir positif. Memberikan motivasi untuk menjadi mentor bagi anak-anak saya dan semoga di tempat kerja yang baru juga. Terimakasih Pastor.

Yuniar Dwi Setiawati mengatakan...

Saya sangat ingin membaca buku ini karena berkaitan dengan skripsi saya tahun ini. saya kira buku ini akan membantu, namun saya kesulitan utk cari buku ini, kapan hari di gramedia malang buku ini tidak ada. ada yg bisa membantu?

Herdy Hutabarat mengatakan...

Yuniar, stock bukunya masih ada mau dikirimkan ke alamat kemana? Bisa hubungi saya di email herdyhb@yahoo.com atau kalau mau beli softfilenya di e-book.herdyhutabarat.com
semoga sukses skrispsi nya ya...

sapta mengatakan...

Shlm, utk bisa mendapatkan bukunya, apa bisa dibeli online. Thanks Jbu

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan / komentar
Pilih name/url, isi dengan nama anda. url boleh juga di kosongkan.

 
;