Rabu, 20 Juli 2011

MEMILIKI SIKAP "AKU BISA!"

MEMILIKI SIKAP “AKU BISA!”
Oleh : Herdy N. Hutabarat



Seorang juara sejati tidak mengenal istilah “tidak bisa”-bahkan dalam benak nya tidak ada kata-kata tersebut. Yang ada hanyalah kata “bisa” dan “mari kita coba lagi” !
(Herdy Hutabarat)

Rudy Hartono, pahlawan bulu tangkis Indonesia yang memiliki segudang prestasi dunia, memulai latihannya lewat suatu tempat yang kecil seperti gudang dengan penerangan serta fasilitas lapangan bulu tangkis yang sangat terbatas. Justru lewat kesulitan-kesulitan seperti itulah ia membangun sikap tidak mau menyerah. Karena sudah terbiasa dengan banyak kesulitan dan tantangan, mental Rudy Hartono terbentuk dengan sikap “aku bisa”. Rudy Hartono, maestro bulutangkis Indonesia pernah juara All England 8 kali (1968 – 1976) dan dengan prestasi hebatnya dianggap sebagai Pahlawan Asia (Asia Hero) oleh majalah Time. Gelar Pahlawan Asia hanya diberikan kepada 2 orang Indonesia : Bung Hatta pahlawan pembangunan bangsa, pendiri negara Indonesia dan Rudi Hartono. Konon menurut cerita, ketika final All England melawan Sven Pri dari Denmark di set ke-3 penentuan ia sempat tertinggal 1-14, namun karena spirit “aku bisa” yang dia miliki serta tidak mau menyerah, maka perlahan-lahan satu demi satu dia merebut angka dan mengejar ketinggalannya sampai akhirnya ia berhasil menggulingkan musuhnya tersebut dan menjadi juara dunia All England.
Dalam Bab ini mari kita belajar dari 5 orang yang juga memiliki semangat “aku bisa”. Mereka adalah 4 orang yang berusaha dan berjuang mati-matian demi 1 orang teman nya yang sakit lumpuh agar dapat bertemu dengan Yesus dan menerima kesembuhan. Bacalah Markus 2 : 2 - 11 dikatakan bahwa mereka tidak dapat membawa temannya yang lumpuh tersebut kepada Yesus karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Bayangkan sejenak situasi yang sulit pada saat itu -- mereka sama sekali tidak bisa masuk kedalam rumah itu oleh karena orang penuh sesak dan Yesus sangat sibuk melayani orang-orang didalam rumah itu. Jika mereka adalah orang-orang yang memiliki tekad atau semangat yang tanggung mungkin akan berkata : “Yah, bagaimanapun juga kita sudah berusaha sampai disini, ternyata jalan masih tertutup. Saya pikir kita pulang saja, mungkin ini kehendak Allah bagi saudara kita ini untuk sementara harus menderita”.
“Lagi pula tidak sopan jika kita mengganggu orang, lebih baik kita pulang saja daripada kita ditertawakan orang-orang nanti”, demikian kata temannya yang lain.
Namun mereka tidaklah seperti orang kebanyakan tadi. Mereka memiliki suatu sikap mental yang berkata “kita pasti bisa !”. Oleh karena itu mereka selalu berusaha mencoba dan tidak pernah menyerah. Setelah berunding kemudian mereka mengatur strategi dan membagi-bagi tugas. Mereka membeli alat pembongkar atap, mencari tangga atau kayu agar mereka bisa naik ke atas atap, membongkar atap (sambil dimarahi orang-orang yang kepalanya kena pecahan atap), mencari tali empat buah dan kemudian berusaha menurunkan tandu pelan-pelan kebawah. Posisi tenda harus tetap datar agar temannya yang sakit yang terbaring diatas tandu tidak sampai terguling jatuh.  Banyak orang yang protes, melarang mereka melanjutkan usahanya, bahkan ada yang mentertawakan mereka, namun ada juga yang kagum akan semangat juang mereka. Dan akhirnya dengan perjuangan berat dan sikap mental “aku bisa”, mereka berhasil ‘mendaratkan’ tenda tersebut persis didekat Yesus berdiri…Luar biasa !
Sekalipun orang parisi dan ahli taurat mengkritik Yesus dengan perkataannya, Ia meneruskan rencana Nya untuk kesembuhan total orang itu. Yesus sangat menghargai iman dan mental baja mereka berlima. Jika mereka berhenti ditengah jalan (dengan berbagai alasan yang masuk akal), pasti akhir kisahnya akan berbeda - orang itu akan pulang dalam keadaan tetap lumpuh!
Apakah Anda ingin melakukan sesuatu sehingga orang-orang berkata “yang begini belum pernah kita lihat”? (ayat 12). Hanya orang-orang yang memiliki semangat “aku bisa” dan yang memiliki iman kepada Yesus yang dapat melakukannya. Para pemenang adalah orang-orang yang memiliki mental”aku bisa”. Mereka adalah orang-orang yang memiliki sikap positif. Para pemenang biasanya memiliki rasa percaya diri dan tidak mengenal menyerah. Bagi mereka selalu ada peluang dan kesempatan, itu sebabnya mereka selalu mencoba dan mencoba, sekalipun belum berhasil atau gagal sementara.
Biasanya sikap atau mental ‘aku bisa’ ini akan menular dan akan mempengaruhi orang lain yang berada didekatnya. Sebaliknya sikap atau mental ‘aku tidak bisa’ juga akan menular kepada orang lain.
Sikap atau mental ‘aku bisa’ biasanya akan terbentuk melalui kesulitan atau tekanan hidup.
Pesan untuk para orang tua, kata-kata ‘tidak bisa’ sering sekali mematikan semangat dan kreatifitas anak-anak kita. Oleh karena itu jangan lekas-lekas mencegah segala usaha mereka, sebaliknya berikan kesempatan mereka untuk mencoba bahkan berikan juga ruang untuk melakukan kesalahan (namun bukan dengan maksud disengaja tentunya). Pencobaan serta kesulitan sering sekali diijinkan Tuhan agar kita bertumbuh dalam ketekunan. Dengan kata lain “pencobaan dan kesulitan dalam hidup kita akan menghasilkan ketekunan”. Tanpa melalui pencobaan dan kesulitan maka kita tidak memiliki ketekunan”Yakobus 1 : 2 - 3 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Indonesia termasuk 10 negara besar yang paling kaya alamnya, namun tragisnya, Indonesia termasuk 10 negara paling miskin didunia dengan angka pengangguran 10% dan angka kemiskinan 14 % dari populasi 200 juta. Kenyataan lain yang juga membuat bangsa Indonesia memprihatinkan, adalah masih rendahnya pendapatan per kapita manusia. Rata-rata pendapatan per kapita setiap penduduk Indonesia hanya sebesar 3.000 dolar Amerika Serikat/AS (Rp 27 juta) per tahun. Sementara itu dari total 8,12 juta yang menganggur di Indonesia  jumlah sarjana yang menganggur lebih dari 1 juta orang (data 2010). Data lain, selama beberapa tahun, 60% dari lulusan Perguruan Tinggi masih menganggur juga. Mengapa? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneurship. Menurut seorang ahli Thomas W Zimmerer : “Enterpreneurship atau Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari”. Jadi jelaslah untuk mengembangkan spirit entrepreneurship ini kita harus memiliki mental ‘aku bisa’. Masih banyak sekali sarjana yang menganggur di Indonesia yang memiliki paradigma lama yaitu ‘aku bisa berhasil jika aku bekerja di sebuah Perusahaan lewat proses lamaran kerja’ (artinya mereka berkata : ”selain itu aku tidak bisa”. Ini adalah paradigma berfikir yang sangat keliru. Mereka masih berfikir bahwa hanya pegawai yang digaji setiap bulanlah yang dapat bertahan hidup, sehingga itu menutup inovasi mereka untuk mencoba sesuatu yang baru.
Ir Ciputra, adalah salah satu konglomerat Indonesia yang memulai bisnis nya dari nol yang juga adalah sebagai pionir Enterpreneurship di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai orang yang sanggup mengubah “lumpur” menjadi emas” (Taman Impian Ancol Jakarta). Tidak diragukan lagi, ia adalah seorang yang memiliki spirit “aku bisa”!
Mari kita amati sejenak apa ciri-ciri orang yang suka mengatakan “tidak bisa”
·         Ia mudah berhenti mencoba dan berusaha
·         Ia akan berhenti berdoa karena dalam pikirannya sudah mengatakan ‘sudah tidak bisa, jadi buat apa lagi didoakan?’
·         Tanpa disadari, ia akan mengembangkan  “mental - pecundang”. Apabila kemungkinan kesempatan terbuka, maka alam bawah sadarnya sudah mengatakan “nanti toh tidak bisa juga”. Jadi ia menunggu kapan pintu itu tertutup dan akhirnya ketika pintu benar-benar tertutup ia mengatakan “nah betul bukan? Saya sudah katakan dari tadi bahwa kita tidak akan bisa”.
·         Mematikan kreatifitas atau ide –ide yang baru.
·         Tidak akan pernah mencapai potensi maksimumnya.
 Jika kita membiasakan diri melatih dengan mental ‘aku bisa’ dalam tantangan-tantangan yang kecil, maka kita juga akan terbiasa dengan mental ‘aku bisa’ untuk tantangan-tantangan yang lebih besar.

LANGKAH LANGKAH TINDAKAN
1.Mungkin Anda bertanya : “Mengapa orang lain bisa sukses? Bisa untung? Bisa maju? Bisa berkembang” Sementara saya sudah 10 tahun begini terus? Apa yang salah? Apakah ini nasib dan suratan tangan saya?” Bukan ! Itu anggapan yang salah ! Coba amati apakah mungkin Andadulu pernah menyerah dan berkata “aku tidak bisa” berkali-kali padahal kesuksesan Anda tinggal beberapa  langkah lagi? Selalulah berfikir positif dan berkata “aku bisa”!
3. Tantanglah diri Anda, bangkitkan iman Anda ! Tuliskanlah 2 atau 3 keinginan atau impian Anda yang paling besar saat ini dimana doa-doa serta segenap usaha Anda akan di fokuskan untuk hal-hal tersebut: a___________________b__________________c________________d_________________ Percayalah, selama Anda meyakini dengan iman yang teguh, mendoakan sungguh-sungguh serta mengucapkan berulang-ulang bahwa hal itu bisa Anda peroleh, maka Anda akan menerimanya. Jadilah seperti iman Anda, jadilah seperti perkataan Anda ! _______________
4. Terlalu sering orang berhenti mencoba dan menyerah dengan berbagai alasan yang masuk akal misal : 
“Mungkin ini bukan kehendak Allah untuk kita teruskan” atau “Kemampuan kita sudah sampai pada batasnya” atau “Kita tidak layak menerimanya” atau “Orang lain tidak akan mendukung kita” atau “Semua orang  sudah mencoba dan tidak ada yang berhasil, apalagi kita?” Tetapi gantilah semua kata-akata negatif itu dengan sikap sebagai berikut : “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku. Aku pasti bisa ! Aku pasti bisa ! Bersama Yesus aku pasti bisa !” ________________________

4 comments:

Herdy Hutabarat mengatakan...

Silahkan diread Teman-teman :)

Herdy Hutabarat mengatakan...

Berita terbaru ...

renold preneur sitompul mengatakan...

DASYATTT pastor,,,!!!
ini catatan Hebat,,,!!!
khususnya buat anak2 muda yg pengen seperti ir.ciputra atau pun Bong chandra,
khan mantap jika kita TAKUT AKAN TUHAN,DIBERKATI,DAN MASUK SURGA,,,dan jg dibarengi antusias + take action = success!!!

Jasa Pembuatan Blog mengatakan...

sebuah catatan dan inspirasi yang luar biasa Pak.
Salam super.

Sukses menyertai kita semua.

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan pesan / komentar
Pilih name/url, isi dengan nama anda. url boleh juga di kosongkan.

 
;