Selasa, 05 Juni 2012 4 comments

Synopsis “MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN YANG UNGGUL”

Synopsis

“MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN YG UNGGUL”
(Preparing Excellent Leaders)



Herdy N. Hutabarat

Tersedia di semua toko Buku Gramedia seluruh Indonesia atau di Percetakan OBOR Jakarta - (Harga Rp 38.500/ eks)



1. PEMIMPIN RAJAWALI - BUKAN AYAM !




Berbeda dengan ayam yang tidak bisa terbang tinggi, akan bersembunyi jika datang hujan, bergonta-ganti pasangan dan makanannya adalah sisa-sisa makanan atau cacing tanah, maka rajawali (sama-sama jenis unggas juga) sangat berbeda. Dibandingkan dengan ayam, maka rajawali memiliki banyak keunggulan. Sebagai pemimpin yang unggul, mari kita buang karakteristik ayam, sebaliknya mari milikilah dan praktekkanlah karakteristik rajawali. Apakah itu? Inilah karakteristik rajawali :

1.Tempatnya diketinggian.
Tempat rajawali bukanlah diatas atap atau di halaman rumah, namun dia berada dilereng tebing, dipegunungan, diatas samudera, ditempat ketinggian dan dibalik awan (Keluaran 19 : 4, Amsal 23 : 5). Pemimpin yang unggul menikmati hadirat Tuhan, yaitu ditempat ketinggian.

2.Menyukai makanan yang segar (Firman Tuhan “Rhema”).
Rajawali tidak menikmati makanan yang mati (bangkai), dia suka mencari mangsa yang hidup untuk makanannya misal ikan, ayam, burung lainnya dll. Berbeda dengan burung gagak, burung
3
pemakan bangkai suka makan apa yang mati. Jangan beri makanan sampah buat jiwa kita (gossip, fitnah, kata-kata negatif dll), sebaliknya carilah Firman “rhema’ yang menyegarkan setiap hari.

3.Terbang sesama jenis.
Rajawali terbang dengan rajawali lainnya, bukan dengan burung pipit atau ayam, atau jenis burung kecil lain, karena tidak ada jenis burung lain yang bisa terbang tinggi dan cepat kecuali rajawali. Sebagai pemimpin kita seharusnya mempengaruhi orang-orang lain dalam hal-hal yang positif. Pilihlah sahabat-sahabat atau partner yang membangkitkan iman, semangat, membangun visi Anda

4.Fokus pada visinya.
Rajawali mempunyai penglihatan yang sangat tajam; bisa terfokus kepada satu benda dari jarak kejauhan 5 km. Filipi 3 : 12-14. Pemimpin yang unggul selalu fokus kedepan kepada rencana Allah, kepada Visinya (Yeremia 29 : 11), bukan fokus kepada masa lalu.

5.Terbang ditengah topan dan badai
Rajawali suka topan, apabila awan bergabung topan, rajawali bergairah ia langsung naik keatas awan, terbang melayang dan mengistirahatkan sayap nya (beda dengan ayam ketika ada hujan langsung sembunyi).

6.Setia dan punya komitmen.
Rajawali setia pada partner, tidak gonta ganti pasangan seperti ayam

7.Berdiam diri pada masa rontok bulu.
Rajawali yang semakin dewasa (tua) akan rontok bulunya, paruhnya akan tumpul, kukunya juga demikian, dan mengalami pergantian (rontok) bulu. Demikian juga pemimpin yang dipilih Tuhan, ada saat nya berdiam diri, baca Yesaya 30 : 15 dan Yohanes 15 : 3-8. Pokok anggur yang 4 berbuah harus dibersihkan -- dan memang terasa sakit – tujuannnya agar semakin menghasilkan lebih banyak buah.


2. BERTUMBUH MENCAPAI POTENSI MAX




Apa itu Potensi Maksimum? Menurut survey : rata-rata setiap orang baru menggunakan 10-20 % dari potensi max nya, artinya masih banyak 80-90% dari kapasitas atau kemampuannya yang masih tersimpan dan belum digunakan -- mengapa?
Ada 7 faktor pendukung untuk mencapai potensi maksimum Anda :

 Sadari bahwa Anda unik diciptakan oleh Tuhan. Maz 139 : 13-14
 Anda adalah Rajawali memiliki mata yang tajam melihat jauh kedepan. Anda harus memiliki dan mengembangkan Visi (impian).
 Sadari bahwa dalam diri anda ada potensi besar. Karena itu gali, keluarkan!
 Memililiki kerelaan untuk dibersihkan– agar semakin berbuah (Yohanes 15 : 1-8)
 Milikilah Sikap Positif : Problem adalah kesempatan, jangan melarikan diri.
 Jangan takut gagal – justru orang-orang yang sukses lebih banyak mengalami kegagalan sebab mereka lebih banyak mencoba. “A Winner Never Quit and A Quitter Never Win!”

Sebaliknya ada 5 Faktor Penghambat dalam mencapai potensi maksimum Anda :


 Tidak mau keluar dari area nyaman (“Comfort Zone”).
 Malas (Makan kuat–Alasan banyak–Lambat bergerak – Acuh sekitar kita – Santai terus).
 Merasa puas dengan kondisi saat ini.
 Mudah menyerah, gampang putus asa.
 Sikap negatif, sering berfikir bahwa problem adalah bencana.


3. BERAKAR & BERTUMBUH DLM FIRMAN


Agar kita bertumbuh dan berakar dalam Firman, maka bagian kita adalah :
 Ada kerinduan, mau belajar Firman Tuhan : saat teduh, ibadah, seminar, mendengar kaset kotbah dsb. Siapa yang lapar dan haus akan kebenaran akan dipuaskan ..
 Mau belajar dan mendengar nasehat : 2 Timotius 3 : 16, 17
 Mengulang-ulang, menghafalkan, merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan (Yosua 1 : 8 dan Mazmur 1 : 1-3)
 Mempraktekkannya dan mentaati Firman setiap hari.

Manfaat ketika kita berakar kokoh (tidak sekedar berakar) dalam FirmanTuhan :
 Ketika ada kuatir, rasa takut – iman kita sudah siap (Roma 10 : 17)
 Ketika datang godaan – kita diingatkan oleh Firman Nya (Mazmur 119 : 9-11)
 Ketika datang pencobaan – berpegang janji-janji Tuhan (1 Korintus 10 : 13)
 Ketika membutuhkan mujizat – mengucapkan perkataan yang penuh kuasa (Markus 9 :23)
 Ketika datang serangan iblis - mengucapkan “ada tertulis!” – Matius 4 : 10
 Mengalami kesuksesan dalam hidup (Yosua 1 : 8, Maz 1 : 1-3)


4. PEMIMPIN & PERTUMBUHAN GEREJA




Ada 5 (lima) pilar gaya hidup jemaat mula-mula (Kisah Rasul 2 : 42-47).
Peranan kepemimpinan (leader, gembala) sangat besar untuk kemajuan dari suatu gereja.

1. Kepemimpinan yang kuat (Rasul-rasul, murid-murid Yesus - ayat 42). Para Rasul adalah murid-murid Yesus yang sudah disiapkan, di mentor, di latih dan langsung terjun pelayanan bersama-sama guru mereka selama 3.5 tahun. Kepemimpinan Rasul-rasul membawa pertumbuhan jemaat (gereja mula-mula) yang luar biasa pada jaman itu.

2. Doa dan penyembahan (Intim dgn Tuhan sebagai hasilnya terjadi banyak mujizat – ayat 42 dan 43). Pemimpin dituntut menjadi teladan bagi jemaat dalam hal kehidupan doa. Setelah pencurahan Roh Kudus (Kisah Rasul 1 : 8), mereka dipenuhi Roh Kudus sehingga kerinduan untuk berdoa dan menyembah Tuhan dalam roh lebih besar lagi.

3. Persatuan – (Unity, kasih dan kesatuan -- berkat Tuhan turun, mujizat terjadi – ayat 44 dan 45). Para Rasul begitu kuat dalam persatuan, jemaat jadi ikut bersatu..

4. Persekutuan dan Misi (Ada fellowship, kasih persaudaraan dan memenangkan banyak jiwa-jiwa yang lain – ayat 42). Pemimpin harus memiliki jiwa misi yang diimpartasikan kepada jemaat.

5. Pemuridan (Ada mentoring dan pemuridan ayat 42, ada pelatihan, belajar Firman Tuhan bersama-sama– pemimpin melahirkan pemimpin). Rasul-rasul secara otomatis membagikan hidup mereka kepada jemaat. Apa yang mereka terima dari Yesus itu juga yang mereka bagikan kepada jemaat. Prinsipnya : Pengalaman Yesus memuridkan (mementor) mereka dibagikan kepada orang lain (2 Timotius 2 : 22). Sebagai hasilnya disebutkan : jemaat ditambahkan Tuhan setiap hari (ayat 47) sampai jumlahnya ribuan orang (Kisah Rasul 2 : 41, Kisah Rasul 4 : 4, Kisah Rasul 5 : 14)



5. PEMIMPIN YG MELAYANI DGN KASIH




Sebelum melayani orang lain, kita harus dilayani oleh Tuhan Yesus terlebih dahulu.
Sebelum mengasihi orang lain, kita harus dikasihi oleh Yesus dulu. Prinsipnya adalah “Kita tidak mungkin dapat membagikan kepada orang lain sesuatu yang tidak (belum) kita miliki”.
Banyak pemimpin yang gagal dalam pelayanan oleh karena latar belakangnya sewaktu kecil tidak pernah mengalami kasih saying dari ayah dan ibu apalagi kasih sayang Tuhan, sehingga ia perlu mengalami pemulihan dan pelepasan terlebih dahulu.

Sebaliknya jika Kasih Allah menguasai hati seorang pemimpin, maka pelayanannya akan diwarnai :
- Penuh pengampunan sebab selalu penuh kasih karunia.
- Pelayanan tanpa pamrih, tidak menuntut tetapi banyak memberi.
- Mudah mengerti akan pergumulan atau keadaan orang lain. Contoh Mother Theresia melayani orang-orang kusta di India dan berbagai Negara.
- Menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas sebab dibentuk dan dilatih dengan kasih.
- Mudah bersinergi dengan sesama leaders yang lain. Dalam Kasih kita dapat menerima kelemahan partner yang lain (Yohanes 13 : 34,35)
- Mengerti Kasih Allah, menerima Kasih Allah, mengembangkan Kasih Allah, membagikan Kasih Allah dan hidup dalam Kasih


“Jika kita suka menghakimi orang-orang, maka tidak akan ada waktu kita yang tersisa untuk mengasihi mereka” - Mother Theresa


6. MENYELESAIKAN PERLOMBAAN




Seorang pemimpin harus menyadari bahwa setelah didalam Kristus, ia mulai memasuki suatu perlombaan iman. Pertanyaan penting adalah bagaimana agar kita dapat menyelesaikan perlombaan tersebut dengan baik? Ingatlah prinsip penting yang berikut :
 Yakin akan panggilan.
 Tetap pada jalur. Ibrani 12 : 1 ,2”
 Harus Tuntas. Filipi 1 : 6.
 Ingatlah bahwa ada upah menanti. Ada upah yang besar dan bernilai kekal.
 Setialah.
 Aku Bisa.


7. PERUBAHAN KARAKTER - DARI HATI


Karakter Kristus Galatia 5 : 22,23. Betapa dahsyatnya dunia yang tidak kelihatan itu : 2 Korintus 4 : 18 dan Ibrani 11 : 3. Perubahan yang kelihatan dalam diri seseorang ternyata ditentukan oleh kondisi hatinya. Amsal 4 : 23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar segala kehidupan”. Tugas utama dari seorang pemimpin adalah jaga hati, periksa hati.

20 Kondisi Hati yang negatif dari seorang Pemimpin :

Hati yang jahat (Kej 6 : 5-8), Hati yang keras (Ibrani 3 : 7,8), Hati yang jahat dan tidak percaya (Ibrani 3 : 12), Hati yang tertipu (Ulangan 11 : 16,17), Hati yang sombong (Maz 101 : 5), Hati yang lancang (Ulangan 17 : 12,13), Hati yang munafik – menghakimi (Roma 2:1), Hati yang memandang rendah orang lain (Amsal 5 : 12), Hati yang luka, pahit dan tidak memaafkan (Amsal 14 : 10), Hati yang bebal (Amsal 15 : 7), Hati yang bercabang (1 Taw 12 : 33), Hati yang terluka (Maz 109 : 22), Hati yang lemah (Ul 20 : 1-4), Hati yang mendendam (Amsal 24 : 17,18), Hati yang terbeban berat (Amsal 12 : 25), Hati yang berdebat (Markus 2 : 6-8), Iri hati dan perselisihan (1 Kor 3 : 3), Hati yang tamak dan penuh hawa nafsu (Maz 106 : 12-15), Hati yang tidak bersunat (Kisah Rasul 7 : 51), Hati yang tertuduh (1 Yoh 3 : 20-23).

Kebanyakan kondisi hati negatif tersebut adalah karena pengalaman (trauma) masa lalu yang belum dilepaskan atau dipulihkan. Dan kondisi hati ini akan mempengaruhi :

 Terhambatnya pembentukan karakter pemimpin tsb
 Dampak negatif kepada orang-orang lain yang dia pengaruhi atau dia pimpin, misal ketika ia terjun dan berinteraksi didalam pelayanan.

20 Kondisi Hati yang positif dari seorang Pemimpin :


Hati yang rela (Kel 25 : 1,2), Hati yang berkobar-kobar (2 Tim 1 : 6), Hati yang bijak (Kel 28 : 3), Hati yang sempurna (2 Taw 16 : 9), Hati yang lemah lembut (Efesus 4 : 32), Hati yang setia (Ibr 3 : 1,2), Hati yang siap dan setia (Maz 57 : 8), Hati yang penuh keyakinan (Maz 57 : 8), Hati yang gembira (Ams 17 : 22), Hati yang baru (Yehez 11 : 19), Hati yang mengerti (Ams 2 : 1-5), Hati yang memiliki tujuan (Yes 14 : 26,27), Hati yang merenung spt Maria (Luk 2 : 19), Hati yang mengampuni (Mat 18 : 21,22), Hati yang terbuka (Kis 16 : 14), Hati yang taat (Rom 6 :17), Hati yang percaya (Ibr 11 : 6), Hati yang terbuka lebar (2 Kor 6 : 11), Hati yang murni (Mat 5 : 8), Hati Seorang Bapa (1 Kor 4 : 15)


8. ADA BAGIAN ALLAH, ADA BAGIAN KITA


Belajar dari Yusuf : Kej 37-39 Yusuf dibuang kesumur, dijual orang Midian ke Mesir kepada Potifar, kepala pengawal raja. Tuhan menyertai Yusuf : berhasil dlm pekerjaan, dipercaya majikan. Di amati tuannya – mendapat kasih tuannya – Yusuf dipercaya untuk melayani majikan langsung, diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Yusuf diberi kuasa - TUHAN memberkati rumah Potifar karena Yusuf..
Yusuf, seorang yangbenar-benar mengerti mana bagian Allah yang tidak perlu dia kuatirkan, dan mana bagian dia yang harus dia kerjakan. Itu sebabnya Yusuf dapat bekerja dengan fokus, semangat, sukacita, tekun dan selalu berharap yang terbaik dari Tuhan. Sesungguhnya pemimpin yang selalu berharap yang terbaik dari Tuhan, akan mengerjakan yang terbaik demi dan untuk Tuhan, maka ia pun akan menerima upah yang terbaik dari Tuhan.

Belajar dari Rasul Paulus (Pdp. Paulus si Pembuat Kemah Kisah 18 : 1-4)
1 Tesalonika 4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang (tidak kuatir akan “COC”), untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, (fokus pada apa yang bisa dikerjakan – perbesar “COI”) seperti yang telah kami pesankan kepadamu”
Bagian Allah (Allah atau orang lain yang mengerjakan, bukan saya) contoh :
Mempromosi Anda sebagai pemimpin, menaikkan gaji Anda, menyediakan fasilitas Anda, menyiapkan upah untuk Anda, harga diri Anda (penilaian terhadap diri Anda), kuatir tentang
13
makan dan pakaian (Matius 6 : 33), masa depan anak isteri/ suami/ anak-anak, menjawab doa-doa Anda sesuai waktunya Tuhan. (Bagian kita adalah menyerahkan semua kekuatiran, bagian Allah adalah memelihara hidup kita)
Tanggung Jawab saya (yang harus saya kerjakan, bukan Allah yang mengerjakan):
Mengolah apa yang ada ditangan, fokus pada apa yang dapat dikerjakan, berdoa dan meminta sungguh-sungguh dst.


9. SIKAP POSITIF - DOA YG BERKUASA




Doa Yabes (1 Tawarikh 4 : 10-11) : Yabes berseru kepada Allahnya Israel, katanya : “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan Mu menyertai aku, dan melindungi aku daripada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!”. Dan Allah mengabulkan permintaan (doa) nya itu. (ayat 9 : ….Yabes lebih dimuliakan daripada saudara-saudaranya”.Kondisi dan keterbatasan Yabes : Masa lalunya sulit, pengharapan (sikap/ iman) ibunya negatif dan ia barasal dari keluarga yang sederhana atau biasa-biasa saja. Namun akhirnya doanya yang dahsyat dijawab oleh Tuhan (1 Tawarikh 4 : 10 b) “Dan Alah mengabulkan permintaannya itu”. Mari kita belajar dari pengalaman dan doa Yabes yang penuh kuasa ini :

1.Yang penting bukanlah apa yg telah terjadi dimasa lalu Anda, tetapi sikap Anda terhadap masa depan.
2. Mengapa ada doa kecil (biasa) dan ada doa besar (luar biasa)?
a. Dipengaruhi oleh pandangan kita tentang siapa dan bagaimana Allah kita (unlimited God) Yeremia 33 : 3 dan Efesus 3 : 20.
b. Dipengaruhi oleh hubungan intim (mezbah pribadi) dengan Tuhan. Menyadari status kita sebagai anak-anak Allah. Mazmur 37 :4.
3. Sikap positif hasilkan iman yang positif dan akan membawa perubahan hidup positif. Jadilah seperti imanmu.Iman tergantung dari pengenalan Firman Tuhan (Roma 1 : 17).


10. PEMIMPIN YG MENARIK SIMPATIK




Pemimpin yang berpengaruh dan bertahan lama adalah pemimpin yang menarik simpati orang lain, caranya yaitu :
1. Lupakan diri sendiri, yang penting adalah apa yang dapat Anda lakukan bagi orang lain
2. Pemimpinlah yang berinisiatif untuk mendekati anggotanya bukan sebaliknya
3. Gerakkan orang-orang dengan perasaan terlebih dahulu (dapatkan rasa simpati mereka).
4. Kalau Anda menabur yang baik (simpati, uluran tangan, senyum, menguatkan) terlebih dahulu, orang-orang akan balas berbuat yang baik bagi Anda.
5. Bukan kekuasaan yang ditonjolkan, tetapi integritas serta keteladanan hidup.
Rehabeam --- contoh pemimpin yang tidak mau menarik simpati orang lain
(1 Raja-raja 11 : 41-43; 12 : 1-33; 14 : 21-31)
Daud – pemimpin yang mau menarik simpati dari orang lain
(Samuel 8 : 1-8: 10 : 6-14; 23 : 8-38 dan I Tawarikh 12 : 1-40)


11. PEMIMPIN “ENTERPRENEURSHIP”


3 Ciri yg membedakan apakah Anda seorang Entrepreneurs atau bukan ?
Orang yang berjiwa Enterpreneurship adalah orang-orang yang :

1. Seek Opportunity : Selalu mencari kesempatan, bahkan menciptakan kesempatan, bukan menunggu kesempatan.
2. Inovator : kreatif dan inovatif, selalu punya 1001 macam ide, solusi, Roh Kudus adalah partner kita yang kreatif, jadi seharusnya pemimpin yang unggul dan diurapi oleh Tuhan tidak akan kekurangan ide sebab ada Roh Kudus yang membimbing.
3. Courage to take risk : berani mengambil resiko (ada resiko yang diperhitungkan atau “calculated risk”, prinsipnya adalah kegagalan bukanlah akhir dari segala-galanya).

Hal-hal lainnya tentang seorang enterpreneur :
Seorang yang mandiri, senang menawarkan diri untuk terlibat (person in charge) dalam pekerjaan/ proyek, bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Pentingnya advertising dan promosi demi mencapai banyak customerใ Sebelum launching produksi – “survey market” dan “analisa competitors”. Menciptakan pekerjaan – bukan mencari (menunggu) pekerjaan, kerja keras, pemikir keras (tetapi tidak stress). Seorang yang bergairah (punya semangat).. Komunikator yang baik dan aktif bahkan proaktif. Berani menjual sesuatu untuk mendapatkan sesuatu (tidak hanya meminta/ berharap sesuatu). Tidak sekedar mencari inovasi, tetapi selalu memberi nilai tambah (“added value”).



12. PEMURIDAN, HASIL YG BERKUALITAS


Alkitab mengajarkan tentang Pemuridan dan Mentoring :
• Tuhan Yesus bersama 12 murid - 3,5 tahun
• Musa dan Yosua - 40 tahun
• Paulus dan Timotius (2 Timotius 2 : 2)
• Elia dan Elisa
• Eli dan Samuel
• Samuel dan Saul
Murid Kristus tidak diperoleh lewat KKR dahsyat 2 malam namun melalui proses pelatihan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.


Mengapa Perlu Mentoring ?
 Keterbatasan pemimpin (waktu, tenaga, perhatian) sehingga ia tidak dapat menangani semua tugas pekerjaan sendirian, jadi ia perlu menyiapkan pemimpin lain.
 Pemimpin perlu fokus dan mempunyai prioritas jika tidak ia akan stress karena menangani terlalu banyak hal-hal kecil.
 Untuk pertumbuhan rohani yang sehat dari para petobat dan aktivis baru gereja
 Agar pelayanan atau organisasi dapat berkembang tanpa batas.
 Untuk mempersiapkan regenerasi bagi kepemimpinan
Yang termasuk dalam mentoring dan pemuridan :
 Kebersamaan : Matius 26:20
 Membagikan (Investasi) Hidup : 1 Tesalonika 2:8
 Impartasi Pengajaran : 2 Timotius 2 : 2
 Nasihat yang berulang-ulang 1 Tesalonika 2ayat 7
 Mendoakan, mengunjungi. 2 Kor 8:6, mengirim surat, email, sms, telepon dll


13. PEMIMPIN DENGAN VISI NYA




- Betapa pentingnya kita memiliki impian dan visi, terlepas dari apapun tanggung jawab atau posisi kita, kita harus memilki Visi yang jelas dalam hidup kita. Ada Visi atau impian yang berasal dari dalam diri, kemauan atau pikiran sendiri

A. Dahsyatnya Sebuah Visi
Tuhan menciptakan kita segambar dengan Allah yang besar, kreatif, punya visi, tanpa batas. Jadi yang membatasi visi kita adalah pikiran dan keyakinan kita. Milikilah Visi yang besar sebab Alah kita adalah Allah yang besar.
Kejadian 1 : 26 : Dominion Mandate (kuasailah dan taklukkanlah bumi serta isinya)
Orang yang tidak memiliki Visi : Korban sejarah tetapi orang yang mempunyai visi pembuat sejarah. Orang yang tidak memiliki visi hidupnya sia-sia, berputar-putar.

B. Visi akan menuntun kita kepada keberhasilan
1. Visi akan membuat kita fokus (efisien energi, waktu dan daya)
2. Visi akan membangkitkan antusias, gairah dan semangat!
3. Visi akan menuntun kita untuk berjuang
4. Visi akan membuat kita pantang menyerah (“A winner never quit, a quitter never win”)

C. Visi akan membuat kita terbiasa dalam menghadapi dan mengatasi tantangan
Ada tantangan dari luar. Oleh karena visi Anda ada orang yang iri hati, benci, dianggap remeh. Anda dianggap aneh, juga karena kurang dana, kurang dukungan dsb. Hambatan dari dalam diri Anda sendiri (bukan orang lain dan bukan faktor keadaan) :
a. Kemalasan
b. Cepat merasa puas (the best vs good)
c. Cepat putus asa dan takut bertindak (trauma kegagalan masa lampau)
d. Tidak mau keluar dari zona nyaman (tidak mau berubah, tidak mau repot atau menderita).

D. Bagaimana membuat Visi menjadi kenyataan?
1. Kuasa Perkataan (Visi Anda perlu diucapkan berulang-ulang) :
2. Kuasa Iman (Markus 11 : 23-24, Ibrani 11 : 1), tekun dalam doa (Lukas 18)
3. Visi Anda perlu dituliskan sehingga siapa saja bisa membacanya dengan jelas (Habakuk 2 :2)
4. Konsinsten, jangan menyimpan ke kanan dan ke kiri (
5. Visi itu harus SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant dan Time Oriented)



14. PELAYANAN YANG TAHAN UJI


Faktor-faktor yang mendukung bahwa pelayanan seorang pemimpin akan tahan uji :

A. Digerakkan oleh Belas Kasihan akan jiwa-jiwa (People is Our Mission)
Pelayanan Tuhan Yesus digerakkan oleh belas kasihan : Matius 20 : 34 Matius 15 : 32 – 34.
B.Digerakkan oleh Panggilan Tuhan (bukan karena terpaksa, bukan karena intimidasi.
C.Motivasi Tulus: Kis 23 : 1 Melayani orang yang sederhana, janda-janda tua, orang miskin, penghuni penjara, anak yatim piatu, korban gempa, penderita kusta dll
D.Dilakukan dengan kondisi hati yang sudah pulih, tidak ada luka batin atau kekecewaan.
Orang yang terluka (pernah dilukai) akan melukai orang yang lain. Amsal 4 : 23
Contoh-contoh pelayanan yang cacat : karena “cari muka” (agar dilihat gembala, ketua Sinode atau bos di kantor), karena digaji (disuruh-suruh, yang tidak beresiko, ada imbalan) atau karena membalas ke orang lain (dulu disakiti orang lain), digerakkan oleh hati yang terluka – kebencian - iri hati.


15. TIDAK MENGABAIKAN HAL-HAL KECIL


Allah menaruh perhatian terhadap hal-hal yang kelihatannya kecil (sepele) :

1. Allah menaruh perhatian kepada hal-hal kecil : sehelai rambut jatuh (Matius 10 : 30)
2. Tuhan Yesus memperhatikan anak-anak kecil (Matius 18 : 1-5)
3. Roh Kudus mengerti setiap pergumulan hidup Anda (termasuk hal-hal kecil sekalipun)
Hal-hal kecil adalah bahan pondasi untuk bangunan besar. Jika pondasi gagal, ulang lagi. Contoh hal-hal kecil sehari-hari yang dapat membangun atau melemahkan kehidupan : doa pagi, saat teduh, pemulihan hubungan suami isteri, membuka situs porno internet, bercanda jorok demi pergaulan dsb.
Setia dengan hal-hal kecil maka akan dipercaya dengan hal-hal yang lebih besar (Matius 25 : 21).

Sebagai pemimpin yang mengerjakan hal kecil, maka Anda sedang dibentuk dalam hal :
1. Kesetiaan (dibentuk menjadi pemimpin yang dapat dipercaya)
2. Tekun (dibentuk menjadi pemimpin yang tidak mudah menyerah)
3. Teliti (dibentuk menjadi pemimpin yang memiliki roh excellent)
4. Ulet (Menjadi pemimpin yang berjiwa pemenang, tidak mudah menyerah)
5. Rendah hati (misal bersihkan WC gereja, ganti bola lampu, atur kursi yang berantakan dsb)?
6. Menjadi pemimpin yang tidak cepat puas (selalu ingin yang terbaik – “baik” tidak sama dengan “excellent”)
7. Kreatif (proaktif) mengusahakan perbaikan-perbaikan kecil.
8. Kedewasaan Iman : Allah menghargai proses pertumbuhan setiap orang setiap hari.

Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab peduli dengan hal-hal yang kecil :
 Istana Raja Salomo dan Bait Allah dikerjakan dengan teliti sampai kepada hal-hal yang kecil (2 Tawarikh 4 : 18-22 dan 2 Tawarikh 2 : 18 ada 70,000 orang kuli, 80,000 tukang pahat dan 3600 orang mandor)
 Nehemia memperhatikan hal-hal kecil dalam pembangunan tembok Yarusalem (Nehemia 3 : 1-32).
 Yusuf setia dan penuh tanggung jawab dengan hal-hal kecil ketika dirumah Potofar, dipenjara, ia selalu dipercaya sampai akhirnya dipromosi menjadi orang kedua di kerajaan Mesir (dibawah Raja Firaun).


16. MENJADIKAN MURID-MURID KRISTUS


Ada tiga tugas atau peranan utama Gereja : Memberitakan Injil (menyelamatkan yang terhilang), sebagai wadah untuk pertumbuhan jemaat dan untuk saling melayani dan untuk menyiapkan para pemimpin serta mengutus mereka dalam lading misi.


Untuk tugas kedua dan ketiga diatas termasuk kategori untuk “menjadikan atau menyiapkan murid-murid Kristus dan pembuat murid Kristus” (Murid Kristus = Pemimpin dan Pembuat Murid Kristus = Pemimpin Senior)

Menjadikan Murid –murid Kristus :
1. Adalah prioritas utama Yesus dalam pelayannya selama 3,5 tahun dibumi (12 murid).
2. Adalah Amanat Agung Yesus (Mat 28 : 19,20)
3. Dilakukan di Perjanjian lama dan Perjanjian Baru : Musa dan Yosua, Elia dan Elisa, Eli dan Samuel, Paulus dan Timotius, Yesus dan 12 orang murid dll

Manfaat melatih dan menjadikan murid-murid Kristus :
1. Mempersiapkan pengganti (generasi penerus).
2. Membangkitkan pemimpin-pemimpin baru yang punya potensi dari jemaat gereja lokal
3. Dampak terbesar untuk kemajuan satu gereja adalah fokus untuk mengembangkan pemimpin
4. Menyiapkan pribadi yang berkarakter (kualitas), dewasa rohani, bukan bayi-bayi rohani.
5. Membangun gereja yang kuat untuk jangka waktu lama.
6. Menumbuhkan karakter kita sebagai mentor (akan lebih dewasa, memiliki hati Bapa)

Ciri-ciri atau kriteria seorang murid Kristus :
Apakah ciri-ciri murid Kristus ?
 Tetap dalam firman Nya (ada kerinduan untuk “makan” Firman Tuhan)Yohanes 8:31
 Hidup dalam Kasih (saling mengasihi”) – Karakternya bertumbuh.Yoh 13:35
 Menyangkal Diri – Ada komitmen. Lukas 14:26.
 Berbuah banyak (ada hasil yang nyata).
Yohanes 15:8 “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan yaitu jika kamu berubah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”


17. KESEIMBANGAN & PRIORITAS HIDUP




Pemimpin yang unggul harus mengatur waktu dan hidupnya sehingga ada keseimbangan antara waktu dan perhatian untuk keluarga, pelayanan, pekerjaan, hubungan dengan masyarakat dan yang terutama adalah untuk hubungan pribadi dengan Tuhan.

Jika setiap hari secara umum seorang pria atau wanita membagi waktu rutinnya seperti berikut : tidur 8 jam, bekerja atau sekolah 8 jam, makan dan mandi 3 jam (termasuk bersolek), ngobrol-ngobrol dan nonton TV 2 jam, waktu traveling 2 jam, shopping dan olahraga 1 jam (dipukul rata, misal seminggu 2 kali) jadi total semua = 24 jam itu berarti jika Anda dikarunaikan Tuhan usia 75 tahun, maka Anda akan menghabiskan :
25 tahun untuk tidur, 25 tahun untuk sekolah dan bekerja, 9 tahun 3 bulan untuk makan dan mandi, 6 tahun 3 bulan untuk ngobrol dan nonton TV, 6 tahun 3 bulan dijalan raya terus, 3 tahun 1 bulan olahraga dan shopping terus.
Maka pertanyaannya : berapa lama tahun-tahun yang kita habiskan untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan Firman, beribadah di gereja, dan membagi waktu untuk suami, isteri anak? Untuk membangun kepemimpinan kita misal membaca buku, mendengar VCD kaset dsb?
Buatlah urutan prioritas dalam hidup Anda, misal seperti ini :

Urutan – no 1 = Tuhan Yesus (Hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus)

Urutan – no 2 = Keluarga (Hubungan dengan pasangan : suami, istri dan anak-anak).

Urutan – no 3 = Pekerjaan, karier, menyiapkan kader pemimpin dalam pekerjaan, bisnis

Urutan – no 4 = Pelayanan, Misi, Membangun pemimpin dalam pelayanan

Urutan – no 5,6,7 dst = hubungan dengan tetangga, hobby, organisasi masyarakat.


18. KEPUASAN DALAM PENCAPAIAN


Orang-orang yang berhasil dalam pencapaian biasanya memiliki tiga hal :
1. Mereka punya Visi – mereka tahu apa yang mau di capai (25%)
2. Mereka Punya Strategi dan rencana untuk mencapai Visi dan Goal tersebut termasuk langkah-langkah praktis (25%)
3. Mereka punya gairah dan semangat untuk mengerjakannya (50%)


Artinya Anda tidak cukup hanya punya visi saja, atau plus strategi tetapi Anda juga harus punya semangat dan keuletan untuk menyelesaikannya, barulah kita sebut 100% tercapai.
Belajar dari Kepemimpinan Nehemia :
1. Nehemia punya Visi (tujuan/beban) : Baca Nehemia 1 : 3-5
2. Nehemia punya Strategi (Rencana) yang jelas dan praktis :
Nehemia pasal 2 sampai pasal 3. Pemimpin yang unggul atau excellent adalah : Macro (global) dalam Visi namun Micro (detail) dalam melakukan follow up dan rencana serta juga dalam melakukan eksekusi nya.
3. Nehemia punya semangat untuk mengerjakannya (Just Do it) :
- Cari kesempatan, tidak menunda-nunda, tetap bersamangat, tidak mudah menyerah, berani berkorban dan suka bekerjasama.Akhirnya, dengan sehati, kerja keras dan dibawah kepemimpinan Nehemia, tembok Yerusalem tsb selesai mereka kerjakan dalam waktu 52 hari (Nehemia 6 : 15)

Sikap/karakter Nehemia yang mendukung sehingga berhasil dalam pencapaian :

Ulet, tekun, tidak menyerah, kreatif, proaktif – bukan pasif menunggu, antusias – semangat !


19. PERJALANAN HIDUP YG BERMAKNA




(disadur dari Buku “Peta Jalan Menuju Sukses”– oleh Dr. John Maxwell),
“Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir” (Ben Sweetland). Jika Anda mau berjalan menuju hidup yang bermakna milikilah 3 hal :
1.Memiliki Tujuan Hidup, Impian atau Visi.
Apa tujuan hidup Anda? Apakah sekedar hidup mencari nafkah untuk diri sendiri serta keluarga, sibuk untuk karier, menjalani hari-hari seperti biasa? Filipi 3 : 4 Tuliskan visi dan misi anda, ucapkanlah, kejar visi anda tsb. Visi membuat Anda bergairah .. Visi itu meningkatkan potensi kita ....Visi memberi kita arah… Visi itu meramalkan masa depan kita….
2.Mengembangkan kapasitas dan bertumbuh terus menuju potensi maximum
Sudahkah anda menerima jati diri anda apa adanya? Anda special dimata Tuhan dan punya potensi besar yang luar biasa. (Mazmur 139:14) Aku memuji Engkau sebab aku sangat luar biasa! Segala perbuatan-Mu ajaib dan menggumkan, aku benar-benar menyadarinya.
3.Menolong dan mengembangkan kehidupan orang lain yaitu dengan menabur benih-benih yang memberikan manfaat (memberi nilai tambah) bagi sesama.

Kehidupan yang bermakna (sukses sejati) adalah jika kita dapat memberi nilai tambah kepada orang lain sehingga mereka lebih berkembang dan bertumbuh mencapai potensi maksimum mereka. Dengan menolong orang lain bertumbuh, tanpa kita sadari diri kita sendiripun akan semakin berkembang maju.Hal-hal yang penting Anda ketahui ketika menabur benih-benih untuk kemajuan dan kebaikan buat orang lain


20. YOSUA & KALEB – SIKAP POSITIF


Nasib Anda ditentukan oleh sikap Anda :
Bilangan 14: 36 - 37 Adapun orang-orang yang telah disuruh Musa untuk mengintai negeri itu, yang sudah pulang dan menyebabkan segenap umat itu bersungut-sungut kepada Musa dengan menyampaikan kabar busuk tentang negeri itu, orang-orang itu mati, kena tulah di hadapan TUHAN. 38 Tetapi yang tinggal hidup dari orang-orang yang telah pergi mengintai negeri itu hanyalah Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune. Tetapi yang tinggal hidup dari orang-orang yang telah pergi mengintai negeri itu hanyalah Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune.

Bilangan 14:30 Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!

Pilihan ada ditangan Anda :
Mengapa seseorang sulit untuk bersikap positif (pesimis, curiga, patah semangat dsb) ?
Latar belakang, trauma kegagalan atau diperlakukan negatif oleh orang lain.
Sebagai pemimpin biasakanlah hidup dalam alam dan atmosfer yang positif :
Berfikir Positif  berkata Posisitf  bertindak Positif  kebiasaan Positif  menjadi pribadi yang Positif  akan menjadi Pemimpin yang Sukses !
Sebaliknya Berfikir Negatif  berkata Negatif  bertindak Negatif  kebiasaan Negatif  menjadi pribadi yang Negatif  akan menjadi Pemimpin yang Gagal !


21. MENGAPA KOTBAH ITU PENTING?

Mengapa berkotbah dengan baik itu adalah tanggung jawab penting dari Pemimpin/ Gembala? :
1.Sebab 30 – 50% dari total waktu yang di terima oleh jemaat adalah berkotbah
2.Melalui kotbah pemimpin, itu adalah kesempatan Allah berbicara kepada jemaat.


3. Kotbah Firman Tuhan adalah makanan (”rumput segar”) yang diberikan untuk domba-domba (jemaat) agar mereka bertumbuh sehat.
4.Berkotbah adalah kesempatan bagi pemimpin untuk menyampaikan Visi nya (ingat betapa
pentingnya Visi dimiliki oleh seorang Pemimpin dan visi itu harus disampaikan dengan jelas
sehingga semua anggota atau jemaat mengerti dan dapat mendukung.
 mengevaluasi kembali apakah”body language” Anda sudah baik, sudah mendukung atau terlihat kaku dan kelihatan ganjil?
Catatan : Selain persiapan, maka salah satu kunci untuk berkotbah yang berhasil adalah Anda berkotbah dengan antusiasme (semangat), dan itu tidak dibuat-buat, itu dipengaruhi oleh apakah

Anda meyakini isi kotbah, mengalaminya dan Anda diurapi oleh Roh Kudus? Dan jika tidak ada unsur yang satu ini maka kotbah Anda akan terasa kering dan dingin.
Tanggung jawab pengkotbah:
1 Timotius 4:16 ”Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu,bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengarkan engkau”


22. RAJIN & DISIPLIN, KUNCI KEBERHASILAN


Semua orang yang dikisahkan dalam Alkitab yang dipanggil oleh Tuhan sebagai pemimpin adalah orang-orang yang rajin dan disiplin. Nuh bersama keluarganya bekerja 100 tahun lebih untuk menyiapkan bahtera raksasa. Abraham, Ishak dan Yakub adalah orang-orang yang sangat kaya pada jamannya dan mereka memiliki tanah yang sangat luas dan ternak dalam jumlah sangat banyak, karena mereka bekerja keras. Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaan karena ia rajin dan Tuhan menyertai nya. Lihat Musa yang rajin menggembalakan domba-domba mertuanya selama 40 tahun. Lihat Gideon yang sedang mengirik gandum dalam tempat pengirikan anggur (Hakim-hakim 6 : 11) ketika ia ditemui oleh malaikat. Daud sang gembala domba, Elia dan Elisa, Murid-murid Tuhan Yesus semuanya punya profesi masing-masing sebelum ikut guru mereka, mereka bukanlah orang pengangguran. Salomo adalah seorang yang rajin sehingga ia mengingatkan kita semua agar meniru semut yang rajin (Amsal 6:6). Paulus adalah seorang yang punya kedisiplinan yang tinggi dan sangat rajin, bahkan sering kurang istirahat karena begitu giatnya menginjili dan juga bekerja dengan tangannya untuk membuat kemah (Kisah Rasul 18 : 3).

Dan kita lihat bahwa semua mereka adalah orang-orang yang berhasil dan sukses, mereka mengerjakan tanggung jawabnya dengan tuntas dan menjadi pembuat sejarah (history maker).


23. MEMIKUL SALIB, LANGKAH
MENUJU “UNSHAKEABLE LEADERS”




Lukas 9 : 23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya”.
 Menyangkal diri = merelakan hak, mati terhadap ego, mati terhadap keinginan daging
 Memikul Salib = menanggung penderitaan yang bukan karena kesalahannya
 Mengikut Aku = taat kepada Tuhan dan Firman Nya, setia sekalipun dalam keadaan sulit
 Penderitaan karena Kristus adalah paket orang percaya untuk bertumbuh semakin dewasa, tertulis dalam Filipi 1 : 21, 29

Baca Yohanes 6 : 65 -70 (Yesus menantang murid-murid untuk membuat pilihan : dari 70 orang murid-murid hanya 12 orang yang bertahan, namun akhirnya hanya 11 yang bertahan dan melewati proses penyaringan (Yudas menghianati Yesus).

 Semua orang bisa menjadi Murid Kristus asal bersedia membayar harga
 Menjadi murid Kristus bukanlah proses satu hari (kilat) tetapi merupakan ketaatan setiap hari . Kita tidak mengenal istilah “short cut” dan tidak mengenal istilah “karbitan” dalam proses memikul salib.


24. THE POWER OF “ENTHUSIASM”




1.Antusias adalah sangat penting
Amsal 18 : 14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya…. Amsal 24 : 10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.
2. Antusias sejati adalah didalam Tuhan
Sesungguhnya antusias itu berasal dari Roh Allah yang ada didalam diri kita.Antusias asal katanya adalah en theos (Yunani) yang artinya Tuhan didalam dia atau kita didalam Tuhan. Jadi kunci antusiasme terletak didalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
3.Antusiasme adalah pilihan

Karena antusias adalah pilihan jadi kita harus bisa mengalahkan perasaan atau mood. Mari kita lihat contoh-contoh orang yang memilih untuk semangat :
a.Kaleb :
Kaleb (memilih) tidak patah semangat walaupun usianya sudah 85 tahun. Baca dan perhatikanlah apa yang dikatakannya pada Musa dalam Yosua 14 : 10 – 12 (semangatnya luar biasaใ
b.Rasul Paulus :
Rasul Paulus memilih untuk bersukacita ketika dalam penjara …Filipi 4 : 4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Rasul Paulus juga menuliskan di Roma 12 : 12 “Biarlah roh bernyala-nyala dan layanilah Tuhan”
c. Daud :
Daud memilih memuji Tuhan walaupun ia dalam situasi terancam dikejar-kejar oleh Saul Mazmur 57 : 1 dan Mazmur 57 : 8-9.
d. Daniel :
Ia memiliki roh yang luar biasa, dan ia adalah seorang yang suka berdoa. Sekalipun ia diancam dimasukkan ke gua singa jika tidak mau menyembah patung buatan Raja, namun ia tetap beriman pada Allah.


25. PEMIMPIN YANG MAU BELAJAR




Mengapa untuk menjadi seorang pemimpin yang unggul (excellent) kita harus menjadi pribadi yang mau belajar? Dengan kata lain :

Apa sebabnya kita harus terus (jangan berhenti) untuk belajar ?
1.Jika kita berhenti belajar, maka kita berhenti bertumbuh dan kualitas kepemimpinan kita juga akan berhenti.
2.Dunia ini terus berkembang (globalisasi) sehingga secara alami terjadi kompetisi didalam bidang apa saja, termasuk dalam pelayanan di gereja.
3. Jika kita mau maju maka kita harus mau berubah. Pemimpin yang tidak mau berubah (tidak mau belajar), maka ia dan gereja nya tidak akan maju.
4. Tidak ada satu orang pun yang sempurna dan bisa bekerja sendirian.

Hambatan atau tantangan bagi seorang pemimpin untuk tidak mau belajar :
1.Sudah merasa senior atau banyak pengalaman atau pendidikan tinggi
2.Posisi atau jabatan sudah tinggi
3.Sifat karakter sombong, mudah tersinggung, tidak mau ter-saingi oleh orang lain.
4.Malas – orang malas adalah saudara dari siperusak dan pasti akan kekurangan.
5.Merasa sudah puas, sudah bagus, sudah cukup, sudah berhasil, sudah banyak jemaatnya dsb.
6.Tidak mau membayar harga untuk pertumbuhan atau belajar.


26. KETELADANAN BERBICARA KUAT




Berikut adalah contoh-contoh keteladanan Yesus :
 Yesus mengasihi orang berdosa
 Yesus menyendiri dan berdoa kepada Bapanya (Markus 1 : 35).
 Ia mencuci kaki kedua belas murid-murid Nya (Yohanes 13 : 5-10).
 Yesus menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, melakukan mujizat.
 Yesus mengampuni orang yang jahat ketika Ia disalib sambil meregang nyawa. Peristiwa-peristiwa ini sangat membekas dan tidak akan terlupakan oleh murid-murid bahkan oleh semua orang yang menyaksikannya (Matius 26 : 51-53 dan Lukas 23 : 34).
 Yesus memberi contoh dalam hal setia dengan panggilan Nya.
Keteladanan yang ditunjukkan oleh Yesus kepada murid-murid Nya membawa hasil yang luar biasa. Bagaimana komitmen murid-murid Tuhan Yesus diakhir hidup mereka? Kecuali Yudas yang akhirnya mati bunuh diri, maka semua murid-murid Yesus yang lain hidup dan melakukan seperti yang Guru nya telah wariskan kepada mereka – lewat keteladanan Nya (tidak sekedar melalui kata-kata atau kotbah Nya).


27. BERTUMBUH DALAM KARAKTER




Hal-hal yang berkaitan dengan karakter yang perlu diketahui oleh pemimpin adalah :
 Karakter lebih penting daripada karunia-karuni atau talenta.
 Karakter lebih menentukan daripada perkataan.
 Bakat adalah karunia, namun karakter adalah hasil keputusan.
 Karakter akan mempertahankan hubungan yang lama.
 Karakter adalah buah-buah atau karya Roh Kudus. Galatia 5 : 22-23
 Talenta, karunia-karunia atau bakat bisa hilang, namun karakter akan dibawa mati.
 Karakterlah, bukan talenta atau karunia yang menjamin para pemimpin untuk bisa bertahan diatas.

Bagaimana karakter seorang pemimpin dibentuk?
 Lewat proses pembentukan dari Tuhan melalui berbagai pengalaman suka duka.
 Lewat kesulitan dan penderitaan atau tantangan
 Lewat partner dalam pelayananan atau pasangan kita.

Karena itu sebagai pemimpin yang unggul, mari kita lebih mengejar pengembangan karakter dari pada pengembangan karunia-karunia. Karunia–karunia itu memang penting dan sangat dibutuhkan, namun lebih penting lagi adalah karakter.


28. LEPASKAN PENGAMPUNAN, AGAR LEBIH CEPAT UNTUK MAJU


Kisah perjalanan hidup Yusuf sungguh luar biasa! Kisah selengkapnya bisa dibaca di Kitab Kejadian pasal 37 sampai dengan pasal 50. Paling sedikit ada 7 alasan yang masuk akal bagi Yusuf untuk kecewa menghadapi kehidupan ini :
 Kecewa terhadap abang-abangnya yang membuang dia kesumur dan menjual nya ke orang-orang Ismael sehingga akhirnya menjadi budak di Mesir.
 Kecewa terhadap orang tuanya yaitu Yakub dan Rahel yang sayang sama dia tetapi mengapa mereka tidak berusaha mencari dan menemukan dia?
 Kecewa terhadap orang-orang dipenjara yang sangat kasar terhadapnya.
 Kecewa akan isteri Potifar yang menggoda dia untuk berzinah
 Kecewa akan Potifar yang sudah dibantu pekerjaannya dan beres semua.
 Kecewa kepada juru minum raja yang telah ditolong dan akhirnya bebas dari hukuman, ternyata setelah ia bebas, Yusuf tidak diingat,
 Kecewa kepada Tuhan yang yang tidak membela dia sampai 10 tahun lebih berada dipenjara padahal ia sudah hidup benar dan taat pada Nya?

Jika Yusuf kecewa dan trauma maka ia akan menjadi pribadi yang murung, sedih sepanjang hari, mudah tersinggung dan ogah-ogahan bekerja oleh karena Yusuf kena penyakit PMH = Punya Masalah Hati. Apakah orang seperti itu bisa berprestasi di dalam pekerjaan, didalam bisnis, dalam rumah tangga, dan dalam melayani Tuhan? Jawabannya tentu saja tidak ! Jadi mari kita belajar dari Yusuf


29. MENJADI MOTIVATOR ULUNG




Bacalah 1 Samuel 30 : 1 – 25, perhatikan juga ayat 1 Sam 30 : 6 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud Menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya”.
Pemimpin yang unggul berperan sebagai motivator. Ciri-ciri pemimpin-pemimpin yang unggul ketika dalam keadaan sulit adalah :
 Mereka tetap bersemangat – Antusias !
 Mereka suka mendorong dan menguatkan orang lain
 Mereka sebagai sumber inspirasi bagi orang yang lain
 Mereka membangkitkan semangat orang yang sudah menyerah
 Mereka tidak mengenal istilah “patah semangat”

Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya ….(1 Sam 30 : 6)
Apa rahasianya sehingga Daud dapat menjadi seorang motivator ulung?


30. PEMIMPIN YANG BERJIWA MISI




Para pemimpin yang unggul melakukan misi dengan tiga cara :
 Yang pertama adalah terjun kedalam misi itu sendiri.
 Yang kedua adalah menyiapkan pemimpin-pemimpin baru atau murid-murid Kristus.
 Yang ketiga adalah menanam (membuka) gereja baru.


Herdy N. Hutabarat – Komentar Anda dapat dikirim ke herdyhb@yahoo.com atau 0811750546
READ MORE - Synopsis “MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN YANG UNGGUL”
Kamis, 08 Maret 2012 21 comments

Mempersiapkan Pemimpin yang Unggul


MENYIAPKAN PEMIMPIN YANG
MEMILIKI JIWA “ENTERPRENEURSHIP”



Kondisi Indonesia saat ini :


Indonesia alam nya sangat kaya : Kelapa sawit (1), Gas alam (8), Timah (5), Nikel (5), Karet (3) Batu bara (7). Namun Indonesia juga adalah negara yang termasuk terkorup dan termiskin (5 besar) didunia.
Tragisnya lagi angka pengangguran : 39,622 pegawai negeri antri dan berebut untuk melamar 950 lowongan saja yg tersedia. Menurut data, ada 189,000 sarjana mengenggur (2006) dan menjadi 409,000 (2007) dan angka itu meningkat terus setiap tahun.

Kesimpulan : Pengaruh 350 thn dijajah oleh Belanda dan Jepang membuat bangsa kita masih bermental pecundang, malas, disuruh baru bertindak, tidak kreatif, pasif, pesimis, minder, takut mengambil resiko dll.

Ir. Ciputra : dalam 5 tahun telah membangun 12 sekolah dan 3 Universitas (memiliki visi enterpreneurship sejak dulu). Saat ini Indonesia baru memiliki 400,000 enterpreneurs (0,18%) seharusnya 4.4 juta (1,8 %).

Syarat untuk Negara maju harus memiliki minimum 2% enterpreneurs.
Contoh: Jepang (5%),Singapore (7%) padahal mereka sangat minim sumber alam nya, juga USA, Europe dll. Entrepreneurship dapat diterapkan dalam Government, Academic, Bisnis and Social (termasuk dalam kepemimpinan dan pelayanan di gereja)

3 Ciri yg membedakan apakah Anda seorang Entrepreneurs atau bukan ?


Orang yang berjiwa Enterpreneurship adalah orang-orang yang :

1. Seek Opportunity : Selalu mencari kesempatan, bahkan menciptakan kesempatan, bukan menunggu kesempatan. Mereka tidak tergantung kepada hasil pengumuman lamaran kerja, justru mereka mencari pekerjaan lain (apa saja asalkan halal) bahkan mereka menciptakan pekerjaan dan akhirnya bisa menggaji orang lain juga. Sebaliknya orang yang tidak berjiwa entrepreneurship, jika ia memiliki ijzah sarjana, maka ia akan menunggu terus jawaban perusahaan akan lamarannya. Jika belum dijawab 10 tahun, maka ia akan menganggur terus selama 10 tahun.

2. Inovator : kreatif dan inovatif, selalu punya 1001 macam ide, solusi, Roh Kudus adalah partner kita yang kreatif, jadi seharusnya pemimpin yang unggul dan diurapi oleh Tuhan tidak akan kekurangan ide sebab ada Roh Kudus yang membimbing. Ingat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego dikatakan sepuluh kali lebih pintar dari semua orang berilmu di kerajaan (Daniel 1 : 20). Ada pepatah mengatakan “Orang berjiwa entrepreneur berani berbeda, bersiaplah untuk diejek oleh teman-teman anda karena suatu saat mereka akan mengerti dan menyesali perbuatan mereka”. Rasul Paulus juga adalah seorang hamba Tuhan yang berjiwa entrepreneurs, ia berperan tidak hanya sebagai seseorang yang memenangkan jiwa, menanam (membuka) banyak gereja di berbagai pulau dan kota serta menolong mereka bertumbuh menjadi dewasa dimana itu semuanya membutuhkan dana yang besar. Namun disisi lain ia juga tidak mau menjadi beban bagi jemaat dalam hal keuangan, sebab ia berusaha untuk memenuhi kebutuhannnya sendiri dengan menjadi seorang pembuat kemah/ tenda. Itu sebabnya saat ini dikenal jabatan digereja sebagai Pendeta Profesional (Pdp) atau “tent maker” seperti Rasul Paulus (Kisah Rasul 18 : 3).

3. Courage to take risk : berani mengambil resiko (ada resiko yang diperhitungkan atau “calculated risk”, prinsipnya adalah kegagalan bukanlah akhir dari segala-galanya). Justru orang yang takut melangkah dan tidak berbuat apa-apa akan miskin pengalaman dan akan tertinggal.

Hal-hal lainnya tentang seorang enterpreneur :

1. Seorang yang mandiri (tetapi bukan orang yang suka kerja sendiri) -- “Enterpreneurs are their own bosses – they make their own decision”
2. Senang menawarkan diri untuk terlibat (person in charge) dalam pekerjaan/ proyek
3. Bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
4. Pentingnya advertising dan promosi demi mencapai banyak customer
5. Sebelum launching produksi – “survey market” dan “analisa competitors”

6. Menciptakan pekerjaan – bukan mencari (menunggu) pekerjaan, kerja keras, pemikir
keras (tetapi tidak stress).
7. Seorang yang bergairah (punya semangat)
8. Komunikator yang baik dan aktif bahkan proaktif.
9. Berani menjual sesuatu untuk mendapatkan sesuatu (tidak hanya meminta/ berharap
sesuatu)
10. Tidak sekedar mencari inovasi, tetapi selalu memberi nilai tambah (“added value”)
Seorang pengusaha, pastors, leaders tidak akan dapat menjadi entrepreneurs bila mereka :
- Tidak mau berubah, suka bertahan di zona aman terus
- Tidak mau belajar
- Pemalas, lamban dan harus selalu disuruh, reaktif (kejadian dulu baru bertindak - lawan dari proaktif).
- Tidak punya gairah (lawan antusias - Enthusiasm artinya Roh Tuhan ada/ bekerja didalam).
- Pesimis, berfikir negatif, takut ambil resiko alias “play safe”.


BAHAN UNTUK DISKUSI :

1.Kunci untuk mengalami kemajuan adalah : mau berubah. Dengan kata lain jika kita tidak mau berubah, jangan harapkan kita akan maju. Camkanlah itu : “syarat untuk maju adalah mau berubah! Jawablah dengan jujur apakah Anda mau dan siap untuk berubah? ________________
Hal-hal apa saja dalam diri Anda yang perlu Anda ubah agar Anda menjadi seorang pemimpin yang berjiwa Enterpreneurship? __________________________________________________

2.Amati lingkungan pelayanan di gereja Anda atau lingkaran pengaruh di daerah atau kota Anda. Coba tuliskan beberapa hal yang menurut Anda bisa menjadi peluang besar untuk kemajuan : misal agar jemaat mendapatkan peluang bekerja mandiri, menciptakan peluang bisnis usaha, mencari peluang agar sekolah/ training pendidikan Theologia di kota Anda dsb (mulailah berfikir diluar kotak kebiasaan Anda atau “outbox thinking”) __________________________ Dari daftar-daftar diatas (sebutkanlah 3 - 5 item) yang merupakan peluang yang Anda mau kerjakan _____________________________Sekarang pikirkan kemungkinan buruk atau resiko apa kira-kira yang Anda akan hadapi?_____________________________________________

3.Setelah Anda oratulis kemungkinan resikonya dan Anda urut dari yang paling kecil sampai yang paling besar resikonya, maka mulailah berdoa untuk peluang-peluang itu dan beranilah untuk melangkah.Tentukan : Apa yang Anda akan lakukan, kapan mulai, siapa yang akan menjadi Person in Charge (PIC) nya? Anda akan lihat, begitu Anda dan tim mulai bergerak dengan tetap mengandalkan Tuhan dalam doa dan hikmat maka satu persatu pintu akan terbuka dan Anda akan melangkah maju selangkah demi selangkah sampai impian itu menjadi kenyataan ________________________________________________________________

4. Bagaimana pendapat Anda, apakah diperbolehkan seorang gembala atau pemimpin gereja memiliki usaha bisnis atau ikut dalam dunia politik sambil dia tetap melayani dan menggembalakan jemaat ? Jelaskan alasan-alasan Anda ______________________________



“Orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide itu berhasil” - Mark Twain

“Kalau Anda berani tampil beda, berarti anda berjiwa entrepreneur” – Anonim


  1. JADILAH PEMIMPIN YANG MEMILIKI        
   SIFAT-SIFAT RAJAWALI, BUKAN AYAM !

Berbeda dengan ayam yang tidak bisa terbang tinggi, akan bersembunyi jika datang hujan, bergonta-ganti pasangan dan makanannya adalah sisa-sisa makanan atau cacing tanah, maka rajawali (sama-sama jenis unggas juga) sangat berbeda. Dibandingkan dengan ayam, maka rajawali memiliki banyak keunggulan. Sebagai pemimpin yang unggul, mari kita buang karakteristik ayam, sebaliknya mari milikilah dan praktekkanlah karakteristik rajawali. Apakah itu? Inilah karakteristik rajawali :     
1.Tempatnya diketinggian.
 Tempat rajawali bukanlah diatas atap atau di halaman rumah, namun dia berada dilereng tebing, dipegunungan, diatas samudera, ditempat ketinggian dan dibalik awan (Keluaran 19 : 4, Amsal 23 : 5). Pemimpin yang unggul menikmati hadirat Tuhan, yaitu ditempat ketinggian.  Itulah sumber kekuatannya dalam pelayanan, pekerjaan, keluarga, studi, bisnis dan seluruh bidang kehidupannya. Banyak orang yang sibuk dan tertekan dalam masalah sehingga mereka tidak dapat terbang tinggi, karena tempatnya dibawah, berputar-putar dalam masalah.
2.Menyukai makanan yang segar (Firman Tuhan “Rhema”).
Rajawali tidak menikmati makanan yang mati (bangkai), dia suka mencari mangsa yang hidup untuk makanannya misal ikan, ayam, burung lainnya dll.  Berbeda dengan burung gagak, burung pemakan bangkai suka makan apa yang mati. Jangan beri makanan sampah buat jiwa kita (gossip, fitnah, kata-kata negatif dll), sebaliknya carilah Firman “rhema’ yang menyegarkan setiap hari. Berkat, Firman dan kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi (Ratapan 3 : 22-23).
Yesaya 40 : 31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.
Dua karakteristik diatas (menyukai tempat yang tinggi dan menyukai makanan yang segar) adalah “kunci” untuk memastikan Anda kuat dan menjadi pemenang. Itulah “keintiman” dgn Tuhan lewat Doa, Pujian, Penyembahan dan Firman Tuhan yaitu  tempatnya diketinggian serta menikmati makanan yang segar.
3.Terbang sesama jenis.
Rajawali terbang dengan rajawali  lainnya, bukan dengan burung pipit atau ayam, atau jenis burung kecil lain, karena tidak ada jenis  burung lain yang  bisa terbang  tinggi dan cepat kecuali rajawali. Sebagai pemimpin kita seharusnya mempengaruhi orang-orang lain dalam hal-hal yang positif. Pilihlah sahabat-sahabat atau partner yang membangkitkan iman, semangat,  membangun visi Anda (bukan mematikan), bacalah buku-buku yang memberikan inspirasi dan memberi nilai tambah buat Anda, mendekatkan diri pada Tuhan. Sebaliknya jangan terlalu dekat bergaul dengan orang-orang yang suka mengkritik, pesimis, selalu mengecilkan Anda, mematikan Visi Anda, menjerat Anda dalam dosa dsb.
1 Korintus 15 : 33 “Pergaulan buruk merusak kebiasaan yang baik”
4.Fokus pada visinya.
Rajawali  mempunyai penglihatan yang sangat tajam; bisa terfokus kepada satu benda dari  jarak kejauhan 5  km. Apabila terlihat olehnya mangsa  dari jarak jauh, rajawali memfokuskan perhatiannya dan terbang dengan cepat menuju  lokasi tersebut untuk menangkap mangsanya. Filipi 3 : 12-14. Pemimpin yang unggul selalu fokus kedepan kepada rencana Allah, kepada Visinya (Yeremia 29 : 11), bukan fokus kepada masa lalu.  -- “There is no future in the past” – di masa yang silam tidak ada masa depan, jangn hidup dimasa yang lalu.
Negara Jepang 1945 hancur oleh serangan tentara sekutu dan kena bom di Hirosima dan Nagasaki. Mereka terpaksa memulai semuanya dari nol. Namun dalam kurun waktu hanya 4 dasawarsa, Jepang telah menjadi negara unggulan melebihi banyak negara lainnya. Apa rahasianya? Karena mereka menetapkan visi atau goal yang jelas untuk setiap 10 tahun kedepannya. Amatilah Goal dibawah ini dan bagaimana itu tercapai semua :
1950 à  Visi 10 tahun kedepan menjadi negara nomor 1 penghasil textil di dunia – tercapai!
1960 à Visi 10 tahun kedepan menjadi negara no 1 memproduksi  baja (impor dari Eropah dan diolah  menjadi baja ringan - 1970 – tercapai !
1970 à Visi 10 tahun kedepan menjadi negara no 1 penghasil  mobil didunia  - 1980 tercapai!
1990 à Visi 10 tahun kedepan produsen elektronik dan negara industri no 1 didunia – tercapai !
5.Terbang ditengah topan dan badai
Rajawali suka topan, apabila awan bergabung topan, rajawali bergairah ia langsung naik keatas awan, terbang melayang dan mengistirahatkan sayap nya (beda dengan ayam ketika ada hujan langsung sembunyi). Anak rajawali juga dilatih untuk bisa terbang ditengah topan dan badai dengan cara yang unik yaitu sarangnya di bongkar induknya agar mereka “dipaksa” terjun keluar dan melatih sayap kecilnya menjadi kuat (Bilangan 32 : 11). Demikian juga pemimpin unggul harus dilatih Tuhan seperti anak rajawali. “Pemimpin  rajawali” menghadapi, menyelesaikan dan terbang diatas masalah. “Pemimpin ayam” menghindar dari masalah, itu sebabnya tidak pernah menjadi ahli dalam menyelesaikan masalah, bahkan akhirnya tenggelam dan tertekan oleh masalah. Pemimpin rajawali akan berperan sebagai “problem solver” namun cukup sering terjadi pemimpin ayam lama kelamaan akan menjadi “problem maker”.
6.Setia dan punya komitmen.
Rajawali setia pada partner, tidak gonta ganti pasangan seperti ayam. Pada saat rajawali betina akan bertelur, rajawali jantan yang mempersiapkan sarangnya.  Kemudian rajawali betina mengajarkan anak-anaknya terbang, dijatuhkan ke luar, kemudian ditampung oleh induk jantan dan dibawa kembali ke sarangnya, demikian dilakukan berulang-ulang
7.Berdiam diri pada masa rontok bulu.
Rajawali  yang semakin dewasa (tua) akan rontok bulunya, paruhnya akan tumpul, kukunya juga demikian, dan mengalami pergantian (rontok) bulu. Pada masa tersebut sekitar 4 bulan lamanya rajawali tersebut akan berdiam diri di balik lereng, sampai akhirnya bulunya diperbaharui, paruh dan kukunya tajam kembali. Demikian juga pemimpin yang dipilih Tuhan, ada saat nya berdiam diri, baca Yesaya 30 : 15 dan Yohanes 15 : 3-8. Pokok anggur yang berbuah harus dibersihkan  -- dan memang terasa sakit – tujuannnya   agar semakin menghasilkan lebih banyak buah. Salah satu cara Tuhan adalah Amsal 27 : 17 “Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya”. Pemimpin yang akan naik kelas akan mengalami masa-masa krisis yang berat seperti rajawali yang rontok bulu, oleh karena itu perlu berdiam diri mencari kekuatan baru dari Tuhan. Hasilnya bisa dua kemungkinan pada masa sulit ini : “Better” (lebih baik) or Bitter (kepahitan)?  Pilihan ada pada Anda!
UNTUK  BAHAN  DISKUSI :
1.Dari ke-7 karakteristik rajawali diatas, karakteristik-karakteristik yang mana saja yang sudah Anda miliki saat ini dan karakteristik mana yang belum ? (dibutuhkan kejujuran dan kerendahan hati untuk mendiskusikannya) ____________________________________________________
2.Secara manusiawi, semua orang tidak suka menghadapai masalah dan problem (topan dan badai). Apa maksudnya bahwa pemimpin yang unggul itu seperti rajawali yang “suka terbang tinggi melewati topan dan badai?”__________________________________________________
3.Ketika rajawali mengalami ‘rontok bulu’ selama beberapa bulan ia hanya banyak berdiam diri di balik batu karang sampai akhirnya bulu-bulu, kuku-kuku dan paruhnya jadi normal kembali. Apa hubungannya karakteristik itu dengan pemimpin unggul yang mengalami ‘rontok bulu’ tersebut ? Mengapa Tuhan ijinkan pemimpin mengalami ‘rontok bulu’ ? ___________________
4. “Setia pada pasangan” adalah salah satu karakteristik rajawali. Dalam hal apa saja seorang pemimpin unggul harus menunjukkan kesetiaan dan komitmentnya? ______________________
                      Burung rajawali adalah ‘King of the air  and King of the birds’                                                     
           Seorang pemimpin rajawali merupakan ‘Born Winner bukan Born Loser”

  
2. BERTUMBUH TERUS UNTUK
 MENCAPAI POTENSI  MAKSIMUM


Tuhan rindu agar kita semua (tanpa terkecuali) “berbuah banyak “ dalam  hidup ini.     
 Yohanes 15 : 8 dan 16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”.
Apa itu Potensi Maksimum?  Menurut survey : rata-rata setiap orang baru menggunakan 10-20 % dari potensi max nya, artinya masih banyak 80-90% dari kapasitas atau kemampuannya yang masih tersimpan dan belum digunakan -- mengapa? Karena belum dikembangkan. Mengapa belum dikembangkan? Karena malas, takut gagal, merasa puas, tidak ada yang beritahu dsb.
Ada kalanya untuk memicu seseorang agar bergerak dan maju mereka harus dipancing dulu dengan sesuatu yang sifatnya dari luar dirinya. Namun motivasi dari luar tersebut tidak akan bertahan lama. Bagaimana agar kita memiliki motivasi dari dalam diri kita utk mencapai potensi maksimum?  Yaitu dengan meningkatkan faktor-faktor pendukung dan menghilangkan faktor-faktor-faktor penghambat. Mari kita amati satu-persatu.
Ada 7  faktor pendukung untuk mencapai potensi maksimum Anda :
  • Sadari bahwa Anda unik dan special diciptakan oleh Tuhan, bukan hasil obralan atau kodian (contoh : jam Rolex dibuat special bukan dengan mesin sehingga mahal harganya). Mazmur 139 : 13-14
  • Ingatlah Anda adalah rajawali bukan ayam. Rajawali memiliki sifat-sifat yang luar biasa, diantaranya adalah mata yang tajam dan melihat jauh kedepan. Anda harus memiliki dan mengembangkan Visi (impian) kedepan, ini akan memacu Anda semakin maju.
  • Kenali DNA (Deoxyribonucleic acid) dalam diri Anda  dan juga DNA organisasi Anda.
  • Sadari bahwa dalam diri anda ada potensi besar. Mutiara Emas itu ada didalam diri Anda bukan diluar, karena itu gali, keluarkan! Contoh : Patung David karya Michaelangelo. Alkisah ketika pemahat lain ditawarkan Raja untuk membuat sesuatu  dengan batu marmar yang sangat keras mereka semua menolak dengan berbagai alasan. Namun Michaelangelo menerima  tawaran tersebut dan mengukir patung David bertahun-tahun. Dan ketika wartawan mewawancarainya karena melihat hasil karyanya yang luar biasa itu, ia berkata : “Sebenarnya sosok patung David sudah ada jauh sebelumnya dalam batu marmar itu, saya hanya  membersihkan dan membuang bagian-bagian yang tidak perlu”. Michaelangelo si pemahat yang tidak mudah menyerah atau putus asa menghasilkan karya terbaiknya yaitu memunculkan potensi sosok David dari batu marmar.
  • Memililiki kerelaan untuk dibersihkan (sifat-sifat lama yang buruk dibuang, mau berubah) – agar carang semakin berbuah (Yohanes 15 : 1-8)
  • Milikilah Sikap Positif : Problem adalah kesempatan,  jangan melarikan diri tetapi hadapi dan tangani problem dengan sikap optimis.
  • Jangan takut gagal – justru orang-orang yang sukses lebih banyak mengalami kegagalan sebab mereka lebih banyak mencoba. Contoh Thomas Alfa Edison. “A Winner Never Quit and A Quitter Never Win!”
Sebaliknya ada 5  Faktor Penghambat dalam mencapai potensi maksimum Anda :
  • Tidak mau keluar dari area nyaman (“Comfort Zone”). Ingatlah jika Anda ingin maju namun selalu tetap tinggal dalam area kenyamanan, maka itu tidak akan sejalan. Tidak mau menderita.
  • Malas (Makan kuat – Alasan banyak – Lambat bergerak  – Acuh sekitar kita –  Santai terus). Orang yang malas bekerja, malas berfikir, malas membaca, malas berdoa dsb tidak akan mencapai potensi maksimum nya sampai kapanpun.
  • Merasa puas dengan kondisi saat ini.  Jika pemimpin tidak mau mengembangkan dirinya, maka berhentilah pertumbuhan dan kualitas kepemimpinannnya.
  • Mudah menyerah, gampang putus asa.
  • Sikap negatif,  sering berfikir bahwa problem adalah bencana, oleh karena itu mereka menjauhi dan menghindari problem  (sebaliknya orang optimis menghadapi dan menangani problem sebab bagi mereka justru problem adalah suatu kesempatan).
Sikap Pemimpin yang benar ketika menghadapi Problem  :
  • Sebelum terjadi problem -- antisipasi problem (proaktif)
  • Ketika problem terjadi -- sikap positif menghadapi problem : “Wellcome Problem!”
  • Bagaimana menyelesaikan -- andalkan Tuhan, atasi problem degan semua sumber daya yang ada.
  • Pembelajaran kedepan  -- semakin ahli menyelesaikan problem, tdk jatuh dlm problem yg sama  (Thomas Alpha Edison, mencoba dan gagal 10,000 kali namun sukses ribuan kali).
UNTUK BAHAN  DISKUSI :
1.Lihat kembali ke-7 faktor pendukung untuk mencapai potensi maksimum Anda. Item-item mana yang Anda mau fokuskan dan kembangkan agar potensi Anda semakin besar?__________
2. Coba amati ke- 5 faktor penghambat untuk mengembangkan potensi maksimum. Item-item mana saja yang Anda ingin buang dari kehidupan Anda (dimana saat ini hal-hal tersebut merupakan penghalang)? Jika mau maju berarti Anda harus mau berubah __________________
3. Menurut Anda apa contoh faktor luar yang dapat digunakan untuk memotivasi seseorang bergerak maju dan untuk mengembangkan potensi maksimumnya? _____________________
4. Diskusikanlah, dalam mencapai potensi maksimum seseorang, ada talenta yang memang sudah Tuhan sediakan dalam diri nya (mungkin sejak lahir) namun ada bagian-bagian yang harus diusahakan dan dikembangkan dengan usaha dan kerja keras,  sebutkanlah bagian-bagian tersebut ______________________________________________________
“7 (tujuh) langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal”                                                                      Langkah 1 : adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Langkah 2 :  mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.                                             Langkah 3 :  adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.                                   Langkah 4 :  adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi…                                                   Langkah 5 : adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk                             Langkah 6 : adalah memberi dengan sukacita                                                                              Langkah 7 : adalah memilih untuk berbahagia hari ini.                                                                             Joel Osten

“Orang sukses dan tidak sukses tidak terlalu berbeda dari kemampuannya. Mereka berbeda dari keinginan mereka untuk mencapai potensi mereka”   
John C. Maxwell
    











Artikel diatas ini ada ditulis dalam buku : “Preparing Excellent Leaders” karangan Herdy N. Hutabarat yang dijual di toko buku Gramedia dengan harga Rp 38,500.
READ MORE - Mempersiapkan Pemimpin yang Unggul
 
;